Dimana Kita Seharusnya Menyimpan Dana Darurat?

470
Dana darurat

Dana darurat sangat berguna dalam membantu kita menghadapi peristiwa darurat, seperti berkurang atau hilangnya pendapatan. Tabungan dana darurat ini semestinya disimpan di instrumen keuangan yang likuid atau mudah dicairkan. Meski demikian, tidak sedikit pula pakar keuangan yang menyarankan agar instrumen itu disimpan di beberapa aset investasi.

Apakah hal ini tepat untuk dilakukan? Mari ketahui jawabannya dari ulasan berikut ini.

Jangan mencari untung dari dana darurat

Sesuai dengan definisinya, dana darurat ditujukan untuk membantu kita menghadapi hal-hal yang bersifat darurat. Maka jelas sekali bahwa tabungan dana darurat tidak bisa disamakan dengan investasi.

Menempatkan dana darurat di instrumen investasi justru akan menimbulkan masalah baru. Jumlah dana darurat kita bisa saja tergerus karena fluktuasi pasar.

Dana darurat harus disimpan di instrumen keuangan yang likuid atau mudah dicairkan kapan saja. Adapun instrumen keuangan yang dimaksud adalah, rekening bank atau deposito.

Baca juga: 3 Alasan Kenapa Dana Darurat Harus Ditambah Saat Pandemi

Baik tabungan atau deposito tentu mudah dicairkan kapan saja, dan nilainya pun tidak mengalami fluktuasi seperti halnya reksa dana atau saham. Tidak salah pula bila Anda menyimpan sebagian dana darurat dalam bentuk tunai.

dana darurat

Jangan ketinggalan tips dan inspirasi bisnis, finansial, serta investasi dari Satu Tumbuh Seribu

Namun, ketahuilah bahwa jika Anda berniat menyimpannya di deposito, sisakanlah 50% dari total dana darurat di rekening bank atau tunai untuk kebutuhan yang amat mendesak.

Tepatkah menyimpan dana darurat dalam bentuk logam mulia?

Membeli emas untuk dana darurat saat ini sangat tidak disarankan, hal itu disebabkan karena ada selisih harga beli dan jual yang cukup besar apabila Anda berniat menjual emas untuk jangka pendek.

Meskipun demikian, emas bisa menjadi tabungan dana darurat di masa depan nanti. Sebut saja dalam waktu 5 atau 10 tahun mendatang.

Walau emas terus mengalami fluktuasi nilai dalam jangka pendek, harga emas umumnya selalu meningkat dalam jangka panjang. Mencairkan emas di jangka panjang untuk keperluan darurat tentu bisa menjadi pilihan.

Baca juga: Siapkan Dana Darurat Sebelum Investasi Saham, Pilih Reksa dana Pasar Uang atau Emas?

Ketika terpakai, jumlah dana darurat harus dikembalikan seperti semula

dana darurat

Sebut saja, Anda sudah memiliki tabungan dana darurat yang setara dengan 6 kali pengeluaran bulanan Anda. Tanpa disadari, ban mobil Anda pecah di tengah jalan.

Selain membeli ban baru, Anda ternyata harus melakukan spooring dan membayar jasa mekanik untuk pergantian. Di situlah akhirnya Anda terpaksa membongkar dana darurat yang sudah Anda kumpulkan sejak lama.

Di saat dana tersebut terpakai, maka tugas Anda adalah mengalokasikan dana segar untuk mengembalikan jumlah tabungan dana darurat ke posisi semula.

Hal itu disebabkan karena, masih ada potensi risiko lain yang kita alami saat ini, apalagi pandemi COVID-19 juga masih ada. Selain ketidakpastian ekonomi, kebutuhan akan tes COVID-19 juga sangat tinggi.

Sangat mudah melakukan top up tabungan dana darurat jika Anda menyimpannya di instrumen keuangan yang likuid.

Baca juga: Arungi Masa Krisis, Bijak Gunakan Dana Darurat

Besaran dana darurat juga harus didasari dengan risiko pekerjaan seseorang

Bila seseorang memiliki risiko pekerjaan yang tinggi, sebut saja seperti freelance yang tidak memiliki penghasilan tetap, maka kebutuhan akan dana darurat juga makin besar.

Tidak ada salahnya bagi seorang pekerja lepas untuk menyediakan dana darurat yang setara dengan 12 kali pengeluaran bulanan. Terutama bila ia merupakan pekerja serabutan.

Tanpa dana darurat yang cukup, mungkin saja orang yang bersangkutan harus meminjam dana tatkala terjadi musibah yang tidak diinginkan terjadi.

Intinya, dana darurat memang harus selalu menjadi prioritas utama kita sebelum berinvetasi untuk jangka panjang. Simpanlah dana darurat di instrumen yang likuid dan jangan pernah menyamakan dana darurat dengan investasi.

Jangan ketinggalan tips dan inspirasi bisnis, finansial, serta investasi dari Satu Tumbuh Seribu