Membantu Milenial Membangun Hunian Impian: Inilah Profil Aruna Harsa, Sosok di Balik Dekoruma

329
Dekoruma

Siapa, sih, yang tidak ingin memiliki rumah sendiri? Selain pangan dan sandang, papan atau kebutuhan akan tempat tinggal yang layak adalah salah satu kebutuhan primer yang perlu dipenuhi agar seseorang bisa bertahan hidup. Seiring perkembangan gaya hidup, pada akhirnya memiliki rumah saat ini tidak sebatas sebagai kebutuhan primer.

Bukan hanya sekadar tempat berteduh dari panas dan hujan, hunian yang nyaman dan estetik kini sudah menjadi bagian dari gaya hidup dan status sosial seseorang. Terlebih dengan booming media sosial yang sedikit banyak meningkatkan dorongan anak muda memiliki hunian yang instagrammable.

Di tengah tren itu, tidak mengherankan bila bisnis dan layanan seputar home improvement tumbuh pesat. Salah satu startup yang menonjol di segmen ini dan ngetop namanya di kalangan anak muda adalah Dekoruma. Nah, tahukah kamu bahwa Dekoruma ternyata lahir dari tangan dingin anak muda yang usianya belum genap kepala tiga?

Bersama Dimas Harry Priawan, teman sesama lulusan Nanyang Technology University Singapore, Aruna Harsa merintis Dekoruma pada tahun 2015 silam. Menginjak tahun keenam, Dekoruma kini sudah menggaet kurang lebih 1 juta pelanggan.

dekoruma

Bagaimana cerita Aruna membangun Dekoruma hingga menjadi salah satu pemain bisnis home improvement yang bersinar di tanah air? Yuk, simak ceritanya berikut.

Bukan sukses dalam semalam

Dekoruma bukanlah usaha pertama yang dirintis oleh Aruna. Sejak masih bersekolah di Singapura, Aruna sudah beberapa kali mencoba membangun peluang dengan merintis usaha rintisan. Start up pertama yang ia dirikan adalah Dashsell. “Ini seperti Shopify for Native, yang sistem e-commerce-nya untuk android dan iOS. Tetapi sayang tidak berjalan dengan baik,” cerita Aruna seperti dikutip oleh Majalah SWA.

Baca juga: Peluang Baru dari Podcast, Ini Kiprah Pangeran Siahaan dengan Box2Box

Jangan ketinggalan tips dan inspirasi bisnis, finansial, serta investasi dari Satu Tumbuh Seribu

Setelah usaha pertama kurang berhasil, Aruna mencoba lagi merintis sebuah bisnis marketplace yang menjembatani penjual dan pembeli layanan kecantikan (beauty services) bersama teman-temannya. Startup kedua yang dirintis ini membuatnya sering berurusan dengan masalah perizinan impor yang cukup menguras waktu dan energi.

dekoruma

Di tengah kesibukan itu, ia bertemu dengan Dimas, kakak kelasnya di NTU. Dimas memberi masukan yang kelak menjadi awal mula kelahiran Dekoruma, yaitu memulai bisnis baru dari awal.

Bisnis yang mereka bidik adalah bisnis seputar kebutuhan primer manusia yaitu papan. Segmen papan atau perumahan ini merupakan bagian dari kebutuhan pokok, namun sejauh ini belum banyak digarap. Berbeda dengan segmen pangan dan sandang yang sudah ramai pemain. Aruna melihat, segmen bisnis seputar kebutuhan rumah memiliki karakter yang berkebalikan dengan bisnis pangan. Bisnis kebutuhan rumah dari segi volume mungkin relatif kecil akan tetapi nilai per transaksi terbilang besar. Selain itu, tidak ada batas kadaluwarsanya.

Baca juga: Maria Regina Anggit, Digitalisasi Industri Indekos

Maka, jadilah dua sekawan ini bersepakat melahirkan Dekoruma pada tahun 2015 dengan Dimas Harry sebagai chief executive officer dan Aruna sebagai chief technology officer Dekoruma. Mereka menggandeng seorang desainer interior bernama Kania. Triumvirat inilah tim inti di balik kesuksesan Dekoruma hingga detik ini.

Di awal-awal kemunculannya, konsep Dekoruma cenderung sebagai marketplace berbagai produk furnitur dan perabotan rumah. Namun, setelah melakukan analisis dan riset terhadap perilaku belanja masyarakat Indonesia perihal kebutuhan seputar rumah atau hunian, Dekoruma memutuskan untuk melebarkan spektrum layanan jasa interior desain dan kontraktor pembangunan properti mulai tahun 2017.

Agar lebih fokus, Dekoruma membagi diri dalam dua divisi, yaitu divisi ritel untuk mengurus marketplace dan divisi service untuk layanan desain interior. Strategi ini tepat. Hingga saat ini, Dekoruma berkibar sebagai salah satu perusahaan berbasis teknologi di sektor home improvement terkemuka di kalangan masyarakat urban usia muda.

Sejauh ini, Dekoruma mengklaim telah melayani kurang lebih 1 juta pelanggan, dengan ketersediaan 100.000 produk, 400-an merchant dari beragam kategori mulai dari furnitur, material bangunan hingga jasa seperti flooring, dan sebagainya. Bukan cuma itu, Dekoruma juga membukukan transaksi 2000 proyek desain interior setiap tahun dan telah menggandeng 250-an desainer interior sebagai partner.

Pasar kebutuhan home improvement dinilai masih akan potensial ke depan. Setidaknya tercatat 80.000 permintaan jasa desain rumah di Jabodetabek setiap tahun yang kebanyakan berasal dari segmen kelas menengah atau pasangan muda yang baru membeli rumah.

Baca juga: Kecintaan pada Teknologi Mengantarkan Rama Mamuaya Sukses Bersama DailySocial.id

Merujuk data Himpunan Industri Mebel dan Kerajinan Indonesia (Himki), nilai pasar industri furnitur di Indonesia saat ini sudah sekitar Rp15 triliun. Bonus demografi di mana 70% penduduk Indonesia saat ini berada di usia produktif dan muda, tentu menjadi katalis utama potensi pasar ini ke depan. Permintaan dan kebutuhan seputar kebutuhan rumah dan turunannya, masih akan besar.

Itulah mengapa Dekoruma percaya diri memperluas layanan ke berbagai kota besar di Indonesia. Selain, Jabodetabek, startup yang berhasil meraih pendanaan seri B senilai jutaan dollar dari Global Digital Niaga (grup Djarum) dan Siam Cement Group pada Agustus 2018 lalu itu, juga mulai melebarkan layanan ke kota besar lain seperti Surabaya, Bandung, Banjarmasin, dan Makassar, dan lain-lain. Dekoruma juga akan memperbesar bidikan ke konsumen properti lain seperti hotel, kantor, apartemen juga sekolah.

Atas kiprahnya menjadi salah satu bidan kelahiran Dekoruma hingga memiliki nama besar seperti sekarang, Aruna yang meraih gelar Bachelor’s degree Mathematics + Economics dari NTU Singapura ini masuk dalam daftar nama 30 Under 30 Asia versi Forbes pada tahun 2019. Sebuah inspirasi penting bagi anak muda agar tak pantang menyerah dalam membangun kesuksesan.

Jangan ketinggalan tips dan inspirasi bisnis, finansial, serta investasi dari Satu Tumbuh Seribu