Investasi Emas Atau Saham? Mana yang Lebih Pas untuk Masa Depan

266
investasi emas

Baik saham atau emas seringkali disebut sebagai instrumen investasi yang pas untuk jangka panjang.

Meroketnya harga emas saat Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) merosot di awal pandemi Covid-19 memunculkan pertanyaan, manakah investasi yang lebih baik untuk jangka panjang? Apakah saham tetap bisa diandalkan mengingat di 2021 IHSG sudah kembali ke level 6 ribuan, atau emas yang merupakan safe haven?

Sekilas, kenaikan harga emas terlihat cukup bertolak belakang dengan IHSG. Ketika muncul sentimen buruk terhadap perekonomian yang membuat IHSG mengalami koreksi tajam, maka di saat itulah harga emas naik.

Baca juga: 15 Minutes With – Tertarik Memulai Investasi Emas Berjangka? Simak Caranya di Sini

Wajar saja, ketika terjadi kepanikan di pasar maka investor akan lari ke aset investasi yang lebih aman, apalagi kalau bukan emas.

Meski demikian saat optimisme terhadap pemulihan ekonomi pulih, maka IHSG pun akan mengalami rally. Sementara itu, emas justru mengalami koreksi. Lantas manakah instrumen yang lebih baik kita beli untuk jangka panjang?

Kenali profil risikomu sebelum menentukan pilihan

investasi emas

Jangan tergiur dengan performa atau imbal hasil investasi, kenalilah terlebih dulu profil risikomu.

Jangan ketinggalan tips dan inspirasi bisnis, finansial, serta investasi dari Satu Tumbuh Seribu

Sebagai safe haven, emas merupakan instrumen investasi yang rendah risiko. Tentu saja emas sangat direkomendasikan bagi para investor dengan profil risiko konservatif yang cenderung menghindari risiko investasi guna menjaga modal pokok dari investasinya.

Meski mengalami fluktuasi setiap harinya, performa emas dalam jangka panjang cukup baik, akan tetapi pertumbuhan nilai investasi dari emas cenderung lambat.

Sementara itu, saham memang sangat direkomendasikan bagi mereka yang memiliki profil risiko agresif.

Baca juga: Punya Gaji Rutin dari Saham dengan Strategi Income Investing

Keuntungan capital gain dari saham-saham dari perusahaan besar dengan keuangan sehat dan prospek bisnis yang baik, bisa berkali-kali lipat dibanding emas dalam waktu kurang lebih 12 tahun. Misalnya saja saham PT Bank Central Asia Tbk (BBCA).

Di tahun 2008, harga saham BCA adalah Rp 2.700 per lembar, tapi di tahun 2021 harga BBCA sudah Rp 35 ribuan. Bisa dikatakan, mereka yang membeli saham BBCA di tahun 2008 dan memegangnya sampai saat ini sudah menikmati keuntungan 1.100%.

Belilah emas dan saham jika kamu menginginkan kestabilan

investasi emas

Sah-sah saja untuk melakukan diversifikasi dengan membeli emas dan saham. Seperti yang telah dijelaskan di atas, harga emas yang merupakan safe haven cenderung naik saat terjadi tekanan ekonomi baik itu resesi atau krisis.

Dan kinerja IHSG melambangkan sebuah optimisme terhadap kondisi pasar, serta mencerminkan bagaimana kesehatan pasar secara riil.

Diversifikasi investasi dengan membeli emas dan saham bisa menciptakan perlindungan terhadap volatilitas modal investasi kamu secara jangka panjang.

Baca juga: Serba-Serbi Investasi Emas Kala Pandemi Melanda

Kamu pun bisa mengatur ulang strategi investasi kamu, ketika harga emas naik dan saham menurun, kamu bisa menjual sebagian emasmu dan membeli saham di harga yang murah. Begitu pula di kala IHSG berada di level puncak dan investor meninggalkan emas, kamu bisa menjual saham-saham tersebut untuk membeli emas yang harganya sedang turun.

Tentukan tujuan jangka panjang sebelum berinvestasi

investasi emas

Terlepas dari apakah pilihan kamu akan jatuh ke emas atau saham, tujuan investasi tentu menjadi hal yang tak boleh luput dari perhatianmu.

Tanyakan pada diri kamu apa yang menjadi tujuan jangka panjangmu saat ini? Apakah itu adalah biaya pendidikan anak jenjang tinggi? Pembelian properti baru? Atau dana pensiun.

Setelah kamu tahu tujuan keuangan jangka panjangmu, tentukan pula berapa kebutuhan dana yang harus dicapai. Dan pilihlah instrumen investasi yang sesuai dengan profil kamu.

Jangan ketinggalan tips dan inspirasi bisnis, finansial, serta investasi dari Satu Tumbuh Seribu