Mana yang Lebih Menguntungkan: Investasi Saham Langsung atau Reksa Dana Saham?

166
investasi saham

Halo Valbury, salam kenal. Nama saya Iffah, seorang karyawan swasta di kawasan Jakarta Selatan. Dalam beberapa tahun terakhir ini, saya sudah rajin berinvestasi di reksa dana, termasuk reksa dana saham. Belakangan ini, karena harga saham banyak yang turun ditambah kinerja reksa dana yang buruk dalam beberapa tahun terakhir, saya menimbang untuk masuk langsung berinvestasi di saham.

Yang ingin saya tanyakan, apakah investasi di saham secara langsung dibandingkan berinvestasi di reksa dana saham, akan lebih berisiko? Banyak yang sudah mencicipi cuan di saham menilai investasi di reksa dana saham terkesan “nanggung” atau bahkan kecil pertumbuhan nilai cuannya. Benarkah pandangan tersebut? Bila memang hendak langsung investasi ke saham, apa saja yang yang perlu saya perhatikan, ya? Semoga tim Valbury bisa membantu menjawab, ya. Terima kasih sebelumnya.

Jawaban

Hi Iffah, salam kenal juga dan terima kasih sudah menghubungi Valbury untuk membantu kamu mendalami dunia pasar modal. Untuk pertanyaan yang kamu tanyakan, pertama-tama kita perlu ingat prinsip dasar investasi. Yaitu, High risk/High return. Nah, dalam konteks ini, risiko investasi di reksa dana saham itu lebih kecil bila dibandingkan bila kita berinvestasi langsung di saham.

investasi saham

Reksa dana merupakan sekumpulan dana investor yang dikelola oleh Manajer Investasi profesional. Ini yang membuat reksa dana risikonya lebih rendah karena merupakan kumpulan dana kolektif sehingga keuntungan atau kerugian menjadi tanggungan bersama. Itulah juga mengapa kala reksa dana mencetak untung, keuntungannya tidak terasa besar. Begitu juga bila reksa dana mengalami kerugian, rugi atau penurunan yang terjadi juga tidak besar untuk kita tanggung.

Baca juga: Trading Saham dengan Margin, Berbahayakah?

Keuntungan reksa dana, dananya dikelola oleh Manajer Investasi yang kompeten dan memiliki lisensi khusus. Dengan begitu, kita sebagai nasabah atau pemilik dana tidak perlu pusing memikirkan posisi dana, harus jual atau beli atau tahan. Yang perlu dilakukan investor reksa dana adalah memantau laporan kinerja bulanan, masih sesuai ekspektasi atau tidak.

Ini berbeda dengan investasi saham secara langsung. Dalam berinvestasi saham, kita selaku investor yang harus menganalisanya sendiri dan membuat keputusan. Bila analisis kita tepat, maka semua keuntungan dan dividen dapat kita nikmati sepenuhnya. Begitu juga bila terjadi kerugian, kita pula yang 100% menanggungnya.

Baca juga: Awas, Bahaya Investasi Saham Tanpa 5 Bekal Ini

Jangan ketinggalan tips dan inspirasi bisnis, finansial, serta investasi dari Satu Tumbuh Seribu

Selain itu, dalam berinvestasi saham, kapanpun kita memiliki keputusan (untuk buy, sell atau hold), kita bisa langsung mengeksekusinya. Berbeda dengan reksa dana yang memiliki cut off time, yaitu antara jam 12.00-13.00). Ini berarti, perintah transaksi yang kita berikan pada Manajer Investasi, baru bisa dihitung ketika pasar sudah tutup.

investasi saham

Sebab itu, apabila kita memutuskan berinvestasi saham secara langsung, pastikan kita sudah siap dengan pengelolaan risikonya, siap juga dengan pengetahuan dan informasi-informasi yang kita butuhkan untuk membantu kita mengambil keputusan.

Baca juga: Seberapa Paham Anda Tentang Investasi Saham?

Bagi investor pemula, mungkin hal itu agak sedikit susah. Namun dengan perkembangan media saat ini, sudah banyak sekali informasi seputar saham yang bisa kamu dapatkan bila mau mencarinya. Kamu juga bisa bergabung dengan komunitas saham untuk belajar bersama dan berbagi informasi. Yang juga kabar baik, perusahaan sekuritas saat ini sudah banyak yang mengembangkan tools untuk memudahkan nasabahnya dalam mendapatkan berita atau menganalisis informasi.

Dengan begitu, investasi dapat lebih mudah dijalankan. Satu hal terpenting yang perlu diingat oleh setiap investor, berinvestasilah dengan dana idle atau dana dingin agar keputusan investasi, trading plan kita, tidak perlu menganggu arus kas keuangan sehari-hari.

Semoga sudah cukup jelas, ya. Selamat berinvestasi!

Jangan ketinggalan tips dan inspirasi bisnis, finansial, serta investasi dari Satu Tumbuh Seribu