Gitta Amelia, Pengusaha Milenial Termuda Penerima Penghargaan Forbes

272
Gitta Amelia

Cantik, percaya diri, dan handal melihat peluang bisnis. Inilah gambaran yang tepat bagi Gitta Amelia, salah satu milenial Indonesia yang kehebatannya diakui dunia internasional. Saat banyak milenial memilih mengembangkan bisnis rintisan melalui e-commerce, fashion atau teknologi, gadis 27 tahun ini mendirikan perusahaan modal ventura yang mampu mengantarkannya sebagai pengusaha muda sukses di Indonesia.

Mendorong milenial berkembang

Kesuksesan Gitta diawali saat ia mendirikan perusahaan modal ventura EverHaus pada November tahun 2017. Perusahaan ini ia dirikan saat berumur 22 tahun, setelah ia melepas jabatan direktur di Frontier Capital, sebuah divisi investasi dari Frontier milik ayahnya.

Alumnus The Wharton School of University of Pennsylvania, Amerika Serikat memilih mendirikan perusahaan sendiri setelah berhasil menggalang dana tahap awal senilai 5 juta USD untuk diinvestasikan di Indonesia pada sektor-sektor agnostic, platform teknologi tahap awal dan perusahaan-perusahaan teknologi. Baginya, modal ventura adalah jalan terbaik untuk membantu sesama milenial berkembang sekaligus mendukung pertumbuhan perekonomian nasional.

Baca juga: Mana yang Lebih Menguntungkan: Investasi Saham Langsung atau Reksa Dana Saham?

Modal ventura adalah perusahaan yang menyuntikkan modal ke perusahaan kecil agar bisa berkembang lebih pesat sehingga memiliki valuasi bisnis meningkat. Namun, Everhaus yang didirikan Gitta berbeda dengan perusahaan modal ventura lainnya.

EverHaus fokus untuk menyuntikkan modal bagi bisnis rintisan atau start up di Indonesia. Modal bisa berasal dari EverHaus sendiri maupun dari pemodal lain yang berkenan menjadi partner investor. Bersamaan itu, Everhaus juga memberikan bantuan mentorship kepada founder start up agar bisa ekspansi bisnis sehingga semakin cantik di mata investor yang akan tanam modal.

Gitta sengaja fokus kepada start up karena di Indonesia masih jarang. Berbeda dengan di luar negeri, sudah banyak perusahaan modal ventura yang membidik start up. Bahkan, banyak modal ventura asing yang sudah masuk Indonesia. Hasilnya, kini banyak start up Indonesia berkembang menjadi perusahaan raksasa di tingkat global seperti Gojek yang kini menyandang status decacorn. Lalu Tokopedia, Traveloka dan Ovo yang berstatus unicorn.

Jangan ketinggalan tips dan inspirasi bisnis, finansial, serta investasi dari Satu Tumbuh Seribu

Decacorn dan unicorn adalah tingkatan perusahaan start up berdasarkan nilai valuasi. Start up bisa menyandang status decacron jika memiliki valuasi di atas US$ 10 miliar. Sedangkan unicorn adalah start up dengan valuasi US$ 1 miliar-US$ 10 miliar.

Tidak mengejar penghargaan

Pilihan yang terbukti jitu. Gadis kelahiran 22 Juni 1995 ini menjadi salah satu penerimaan penghargaan 30 Under 30 dari Forbes Indonesia. Ini adalah penghargaan untuk pengusaha muda yang berpengaruh.

Melalui EverHaus, Gitta berhasil masuk jajaran 30 pengusaha muda berpengaruh di Asia versi Forbes tahun 2019 untuk kategori finance dan venture capital. Gitta termasuk pengusaha milenial dengan usia termuda yang mendapat penghargaan tersebut.

Masuknya Gitta di jajaran 30 pengusaha muda di Asia versi Forbes karena sepak terjang EverHaus patut diacungi jempol. EverHause mendapat peringkat pertama dari Crunchbase, perusahaan layanan startup dunia sebagai modal ventura paling aktif.

Baca juga: Membantu Milenial Membangun Hunian Impian, Inilah Profil Aruna Harsa, Sosok di Balik Dekoruma

Hingga April 2019, EverHaus berhasil mendukung 10 perusahaan startup. Perusahaan itu hasil penyaringan dari sekitar 500 start up. Dua diantaranya adalah Truk Kita yang dijalankan Adi Bandun, dan Edenfarm yang dijalankan David Setyadi.

Bagi putri pasangan Handi Irawan D dan Yuliana Agung, penghargaan dari Forbes bukanlah target akhir. Seperti yang ia cita-citakan sejak awal mendirikan EverHaus, targetnya adalah membantu perkembangan startup di Indonesia sebanyak mungkin.

Oleh karena itu, setelah mendapat penghargaan Forbes, perusahaan yang berlokasi di Jakara ini tetap gencar mencari start up yang memiliki potensi bisnis untuk dikembangkan. Hasilnya, hingga akhir tahun 2020, EverHaus berhasil mengelola sebanyak 22 startup di bidang teknologi. Bahkan, startup tersebut tak hanya di Indonesia, tapi juga di luar negeri.

Berikut portofolio start up yang dikelola EverHaus:

  1. Aino Tecnologies di Yogyakarta
  2. Coffee Meets Bagel di New York, AS
  3. Pixibo di Singapura
  4. Trukkita di Jakarta
  5. Spiral Genetics di California, AS
  6. Bizzy di Jakarta
  7. Forstok di Jakarta
  8. Outpost di Bali
  9. Giga Cover di Singapura
  10. Sonic Boom di Singapura
  11. Jendela 360 di jakarta
  12. Tado di Jakarta
  13. Eden Farm di Jakarta
  14. Traverse di Singapura
  15. Pomona Technologies di Jakarta
  16. Yuna & Co di Jakarta
  17. Transferfi di Singapura
  18. Seekmi di Singapura
  19. Grafiti di California, AS
  20. Resto Depot di Jakarta
  21. Gila Diskon di Yogyakarta
  22. Doogether di Jakarta

Dibalik keberhasilan itu, Gitta mampu meraihnya karena kombinasi skill, kecerdasan dan kerja keras. Menurut Gitta, menjalani bisnis di bidang modal ventura adalah tantangan berat bagi kaum wanita. Karena, bisnis ini didominasi kaum Adam.

Memang, ada banyak pekerja wanita yang terlibat di bisnis modal ventura. Namun, wanita yang memimpin perusahaan modal ventura sangat sendiri. Menurut Gitta, ia adalah satu-satunya wanita yang berada di kursi tertinggi perusahaan modal ventura di Indonesia.

Hal ini malah memberi keuntungan tersendiri. Karena kerja EverHaus adalah mempertemukan investor dengan founder startup. Butuh kemampuan lobi yang mumpuni untuk kolaborasikan pemikiran yang berbeda.

Selain itu, bisnis ini juga butuh skill dan ilmu yang mumpuni untuk menilai suatu startup memiliki potensi untuk dikembangkan. Dua kemampuan itu sudah Gitta miliki sejak di bangku kuliah.

Saat kuliah, Gitta beberapa kali magang di beberapa perusahaan investasi, antara lain Private Equity Fund Saratoga dan Investment Bank JP Morgan. Gitta juga memiliki gen sebagai investor dari keluarganya. Orangtua Gitta adalah pengusaha yang sejak kecil telah mendidiknya untuk menilai suatu bisnis dan bagaimana cara mengembangkan bisnis tersebut agar lebih berkembang. Ilmu ini ia terapkan saat menjadi angel investor bersama ayahnya sebelum mendirikan EverHaus.

Ekspansi ke bisnis lain

Gitta Amelia

Keberhasilan Gitta dengan EverHaus juga tidak membuatnya berpuas diri. Dengan naluri bisnisnya, Gitta ekspansi ke perusahaan e-commerce. Bersama sahabat karibnya, Titan Tyra, Gitta meluncurkan Secondate, brand produk kecantikan awal tahun 2020.

Baca juga: Tips Berbisnis dalam Tekanan Covid-19

Secondate menghasilkan dan menjual produk kecantikan dengan brand Secondate. Produknya mulai dari eye shadow, gel lip, lip glos, cream hand sanitizer dll.

Titan bukan sekadar teman bermain, tapi ia juga beauty influencer. Dengan pengalamannya di perusahaan modal ventura, Gitta melihat kelebihan Titan tersebut bisa dikembangkan menjadi bisnis berprospek cerah.

Ditambah lagi, ekspansi ini juga sesuai dengan cita-cita Gitta. Ia ingin membantu banyak wanita Indonesia mengembangkan bisnis sendiri, terutama melalui startup. Karena baginya, tak ada lagi batasan bagi wanita untuk sukses dengan bisnis sendiri.

Yang penting, ketika memulai bisnis, kamu harus optimistis dengan pilihanmu. Lalu, jangan mudah menyerah. Kegagalan berbisnis adalah hal wajar untuk mencapai keberhasilan.

Jangan ketinggalan tips dan inspirasi bisnis, finansial, serta investasi dari Satu Tumbuh Seribu