Pentingnya Literasi Keuangan & Cara Agar Perempuan Bisa Menuju Financial Freedom

580

Perempuan bisa dibilang memiliki peran penting dalam mengatur keuangan keluarga. Untuk itu, kesadaran finansial menjadi sangat penting bagi mereka. Apalagi, di era ekonomi digital ini, perempuan bisa tetap produktif menjalankan perannya dan mengelola keuangan hingga mencapai financial freedom. Bagaimana caranya?

Menurut survei “Financial Experience & Behaviours Among Women Study” yang dilakukan Prudential dan Fidelity mengungkapkan kalau 27 persen perempuan yang menikah memegang kendali penuh atas keuangan dan pengelolaan dana pensiun keluarga.

Persentase itu sudah naik lebih tinggi dibandingkan dengan 2006. Kala itu, hanya 14 persen perempuan menikah yang memegang kendali penuh atas keuangan dan pengelolaan dana pensiun keluarga.

Baca juga: Tips Pengelolaan Keuangan untuk Menentukan Target Tahunan

Dalam survei itu, 1 dari 2 perempuan tidak memegang kendali penuh atas keuangan keluarga karena hanya memiliki pendapatan dari suaminya saja. Sisanya, beberapa perempuan merasa tidak percaya diri dan tidak mengerti dalam mengatur keuangan.

Adapun, 73 persen perempuan memang tidak memegang kendali penuh, tetapi sebagian besar tetap memiliki peran untuk mempertimbangkan penggunaan keuangan keluarga tersebut. Dengan begitu, perempuan punya andil besar dalam mendorong kesejahteraan keluarga.

Untuk itu, financial literacy atau literasi keuangan menjadi sangat penting bagi perempuan demi bisa mengelola keuangan keluarga hingga financial freedom.

Cara Perempuan Bisa Financial Freedom

Nah, perkembangan era digital membuat siapapun bisa memahami bagaimana cara mengelola keuangan, termasuk juga perempuan. Di sini, perkembangan fintech membuat siapapun bisa mengetahui cara berinvestasi dan sebagainya.

Jangan ketinggalan tips dan inspirasi bisnis, finansial, serta investasi dari Satu Tumbuh Seribu

Bahkan, beberapa fintech memiliki program khusus untuk pemberdayaan perempuan. Beberapa akun media sosial edukasi juga banyak yang fokus untuk menyasar literasi keuangan bagi perempuan.

Lalu, bagaimana cara agar perempuan bisa menuju financial freedom?

financial freedom

1.Ubah Mindset

Sudah bukan zamannya lagi perempuan berpikir kalau tugasnya hanyalah mengurus dapur dan menunggu pendapatan dari suami. Kini, saatnya perempuan juga mulai mengelola keuangan keluarga demi bisa mencapai financial freedom bersama keluarga.

Baca juga: Tentukan Goals Kelola Keuangan dengan Piramida Maslow

Untuk itu, perempuan harus mulai mengubah mindset lama itu menjadi aktif untuk mengembangkan pengetahuan terkait literasi keuangan. Di sini, peran perempuan sangat vital untuk membantu keluarga bisa menuju financial freedom dengan mengatur keuangan.

Soalnya, keran pengeluaran rumah tangga ada di tangan perempuan. Untuk itu. perempuan bisa mengatur arus kas yang keluar dan mengelola tabungan yang ada agar bisa berkembang.

2. Realisasi

literasi keuangan

Setelah mengubah mindset, saatnya menjalankan apa yang sudah direncanakan untuk menjadi kenyataan. Di sini, perempuan bisa mengambil langkah awal untuk menuju financial freedom.

Salah satu langkahnya adalah dengan mengelola keuangan dengan konsep penghasilan pasif ditambah hasil investasi harus lebih besar dibandingkan dengan pengeluaran. Dengan pendapatan pasif dan hasil investasi yang lebih besar, artinya perempuan telah berhasil menyiapkan dana darurat yang bisa digunakan jika dibutuhkan.

3. Terus Belajar

Dalam mengejar pertumbuhan aset agar penghasilan pasif dan hasil investasi bisa lebih besar daripada pengeluaran, perempuan harus memiliki pengetahuan yang luas tentang pengelolaan keuangan.

Nah, di era digital saat ini, perempuan bisa dengan mudah mendapatkan informasi dan edukasi soal produk keuangan lewat fintech. Di situ, kamu bisa mempelajari produk investasi yang karakternya memberikan pendapatan pasif seperti, SBN ritel, P2P lending, dividen saham, dan lainnya.

Lalu, ada juga investasi yang karakternya bisa meningkatkan valuasi aset yang dimiliki agar tidak tergerus inflasi seperti, saham, reksa dana, cryptocurrency, dan jual-beli SBN di pasar sekunder.

4. Buat rencana

Dalam tahapan ini, perempuan harus sudah mulai menyiapkan berbagai rencana-rencana investasi maupun pengeluaran dalam bentuk pinjaman seperti KPR. Bagi kamu yang sudah terbiasa menabung pastinya paham kebutuhan dana hari tua untuk kebebasan financial dan melepaskan jeratan generasi sandwich untuk anak cucu.

Namun, tentu saja, kalau cuma menabung, uang yang kamu simpan tidak akan cukup untuk memenuhi kebutuhan di masa depan. Soalnya, nilai uang yang ada di dalam tabungan itu pasti akan tergerus oleh inflasi.

Baca juga: Dana Darurat Ludes Terpakai? Ini Cara Mengembalikkannya

Untuk itu, kamu butuh meningkatkan nilai uang dari hasil investasi. Di sini, kamu bisa menentukan investasi dengan keuntungan agresif sampai konservatif sesuai dengan profil risiko investasimu.

Selain itu, kamu juga harus mulai merencanakan pengeluaran berupa pinjaman seperti KPR untuk kebutuhan memiliki rumah. Kamu bisa kelola uang dari pemasukan yang ada agar tetap ada bujet untuk investasi, bayar cicilan, dan kebutuhan pengeluaran.

5. Tetap Positif

Perempuan harus yakin pasti bisa melakukan perencanaan keuangan dengan baik. Ingat, menuju financial freedom bukanlah dengan mendapatkan uang sebanyak-banyaknya saja. Namun, mengatur kebutuhan pengeluaran sehingga pemasukan yang ada bisa mencukupi untuk kebutuhan jangka panjang.

Soalnya, memiliki uang yang banyak belum tentu bisa mencapai financial freedom. Soalnya, banyak juga orang yang memiliki pendapatan besar, ujung-ujungnya tidak punya waktu untuk keluarganya. Bahkan, uangnya pun tidak dikelola dengan baik karena kesibukan tersebut. Akhirnya, pendapatan yang besar itu tidak mampu membawamu untuk financial freedom.

Peran Keuangan Perempuan Bukan Sekadar Mengelola

Nah, kalau dari poin-poin diatas lebih banyak membahas peran perempuan cenderung mengelola keuangan agar mencapai financial freedom. Selain perlu mengerti literasi keuangan, ada satu poin lagi nih yang bisa dilakukan perempuan agar bisa mencapai financial freedom bersama keluarganya.

Caranya adalah dengan membangun bisnis rumahan. Dari bisnis itu, perempuan bisa mendapatkan pendapatan secara mandiri untuk dikelola dan dikembangkan demi kebutuhan dana darurat hingga hari tua nanti.

Apalagi, perempuan memiliki komunitas-komunitas di lingkungannya sendiri yang bisa menjadi pangsa pasar untuk mengembangkan bisnisnya.

Salah satu contohnya, Tupperware, wadah plastik asal Amerika Serikat (AS) itu mampu berkembang lewat komunitas perempuan. Bahkan, tanpa iklan di media massa, produk Tupperware sudah dikenal banyak orang.

Di sini, memperlihatkan kekuatan komunitas perempuan bisa menjadi tambahan pendapatan. Bahkan, beberapa fintech memiliki program khusus seperti pinjaman modal kerja untuk pengembangan bisnis oleh perempuan.

Kamu siap untuk menuju financial freedom bersama keluargamu?

Jangan ketinggalan tips dan inspirasi bisnis, finansial, serta investasi dari Satu Tumbuh Seribu