Peran Perempuan dalam Bisnis UMKM, Keuntungan dan Tantangannya

247
bisnis umkm

Keberadaan perempuan kini tidak terbatas hanya di ranah domestik saja. Perempuan terbukti memberikan kontribusi lebih pada masyarakat dan negara melalui bisnis UMKM. dari tahun ke tahun, peran perempuan dalam sektor bisnis semakin besar dan semakin meningkat.

Misalnya saja pada 2012 lalu, sebanyak 58% perempuan terlibat dalam berbagai macam bidang usaha, mulai dari usaha Mikro, Kecil, hingga Menengah. Sementara itu, pada tahun 2018 jumlah perempuan yang mengelola UMKM mencapai 37 juta orang. Ini membuktikan bahwa perempuan mampu berkembang dalam sektor bisnis menengah ini.

Meski jumlah partisipasi perempuan dalam bisnis UMKM terus meningkat, kontribusi mereka masih dibilang rendah, yaitu hanya 9,1% saja untuk Produk Domestik Bruto. Ini artinya, perempuan masih perlu diberdayakan lagi untuk memaksimalkan kemampuan mereka.

Baca juga: Pentingnya Literasi Keuangan & Cara Agar Perempuan Bisa Menuju Financial Freedom

Peran Perempuan dalam UMKM di Masa Pandemi

Pandemi COVID-19 yang melanda seluruh dunia sejak awal 2020 lalu telah melemahkan sektor perekonomian negara. Banyak usaha yang gulung tikar karena bangkrut, termasuk UMKM.

Survei yang dilakukan oleh UNDP Indonesia menunjukkan bahwa perempuan mampu bertahan selama pandemi dan menjaga usaha mereka terus berjalan. Ini karena perempuan bisa mengelola pembayaran utang dengan baik, serta membuat strategi penjualan dan pemasaran baru yang sesuai dengan kondisi saat ini.

Di tengah terpuruknya sektor perekonomian selama pandemi, peran perempuan dalam menghidupkan dan mempertahankan usaha mereka cukup membantu pemulihan ekonomi, baik di level keluarga maupun internasional.

Baca juga: Gitta Amelia, Pengusaha Milenial Termuda Penerima Penghargaan Forbes

Jangan ketinggalan tips dan inspirasi bisnis, finansial, serta investasi dari Satu Tumbuh Seribu

Tantangan dan Hambatan Perempuan Dalam Menjalankan UMKM

bisnis umkm

Berdasarkan catatan Kementerian Koperasi dan UKM tahun 2018, ada 60 juta UMKM yang tersebar di seluruh Indonesia. Dari jumlah tersebut, 14 juta di antaranya dikelola oleh kaum hawa. Namun, seperti yang dituliskan di atas, jumlah kontribusi yang masih tergolong kecil terhadap PDB menunjukkan bahwa peran perempuan belum dimaksimalkan.

Ini merupakan tantangan tersendiri yang membutuhkan solusi agar perempuan bisa semakin berdaya dan memberikan kontribusi lebih terhadap pertumbuhan ekonomi. Terkait dengan peran perempuan dalam menjalankan UMKM, sejumlah hambatan dan tantangan yang harus mereka hadapi antara lain adalah:

  • Perempuan menjalankan usaha skala kecil

Survei yang dilakukan oleh UNDP Indonesia membuktikan bahwa skala usaha yang dijalankan oleh perempuan lebih kecil daripada laki-laki. Usaha yang dilakukan oleh perempuan sebagian besar hanya pada level mikro saja, sehingga kontribusi yang diberikan pun juga sedikit.

  • Akses terhadap informasi masih minimal

Pendiri Instellar, Dian Wulandari, menjelaskan bahwa sulitnya akses perempuan terhadap informasi turut menjadi tantangan terbesar terhadap kesuksesan mereka dalam menjalankan bisnis UMKM. Oleh karena itu, kaum perempuan harus bergerak lebih aktif untuk mencari berbagai macam informasi, terutama tentang permodalan, yang nantinya bisa membantu mengembangkan usaha mereka.

  • Kesulitan mendapatkan modal yang lebih besar

Perempuan yang menjalankan usaha level mikro sulit mendapatkan akses modal yang lebih besar. Ini membuat mereka juga kesulitan untuk mengembangkan usaha secara signifikan. Perempuan harus diberi peluang untuk menjalankan usaha menengah agar mereka bisa mendapatkan bantuan modal yang lebih besar.

  • Keraguan untuk memulai

Dominasi kaum pria dalam bidang wirausaha turut mempengaruhi kepercayaan diri perempuan yang ingin menjalankan bisnis UMKM. Sebelum memulainya, perempuan dihinggapi keraguan yang kemudian mencegah mereka untuk berkarya.

Semua keraguan tersebut bisa dihilangkan dengan cara menggali lebih banyak pengetahuan yang berkaitan dengan dunia usaha hingga mengikuti pelatihan singkat tentang kewirausahaan.

  • Peran di dalam rumah tangga

bisnis umkm

Tanggung jawab sebagai seorang istri dan ibu menjadi salah satu faktor terbesar yang menghalangi perempuan untuk berkarya di bidang UMKM. Mereka takut tidak bisa menjalankan peran di dalam rumah tangga jika terlalu fokus mengelola bisnis.

Namun dengan kecanggihan teknologi, semua bisa dijalankan dari rumah. Ini menjadi solusi bagi kaum perempuan yang ingin meraih kesuksesan dalam menjalankan bisnis, namun tidak perlu memilih antara pekerjaan atau rumah tangga mereka.

Keuntungan Perempuan yang Menjalankan Bisnis UMKM

Peran perempuan dalam dunia perekonomian kini tidak bisa disepelekan. Perlahan namun pasti, kaum perempuan mulai menunjukkan keunggulan mereka dalam mengelola dan menjalankan bisnis.

Simak nih keunggulan perempuan dalam menjalankan bisnis sebagai modal awal mereka untuk meraih kesuksesan sendiri.

Baca juga:Alternatif Investasi, Cara Beli Saham UMKM Lewat Layanan Urun Dana

  • Ahli dalam multitasking

Mungkin sampai saat ini masih banyak orang yang merasa heran, bagaimana perempuan bisa menjalankan usaha dan memainkan peran di dalam rumah sekaligus. Ini karena perempuan adalah makhluk yang ahli dalam bidang multitasking.

Mereka mampu menjalankan beberapa hal sekaligus dalam satu waktu. Selain itu, perempuan juga dapat membagi waktu antara keluarga dengan pekerjaan. Bahkan kini banyak perempuan yang menjalankan usaha mereka dari rumah, sehingga mereka dapat menjalankan kedua peran yang dimiliki secara bersamaan.

  • Pandai membangun networking

Perempuan biasanya memiliki jaringan pertemanan yang luas, sehingga mereka tidak kesulitan untuk mempromosikan usaha mereka. Jalur promosi yang banyak dimanfaatkan tentu melalui sosial media.

Untuk membuat produk atau jasa mereka semakin dikenal luas, kaum perempuan akan memanfaatkan koneksi mereka untuk menyebarkannya melalui dunia maya.

  • Dapat mengelola keuangan dengan baik

Jangan anggap bahwa perempuan hanya suka menghabiskan uang hanya dengan berbelanja atau kegiatan lain saja. Kaum hawa sangat pandai mengelola keuangan, sehingga saat mereka menjalankan bisnis, perempuan dapat bertahan saat menghadapi situasi yang sulit.

Mereka juga lebih rapi dan teliti dalam mencatat setiap transaksi. Keahlian ini sangat berguna saat mereka menjalankan bisnis UMKM mereka sendiri.

  • Teliti dan hati-hati

Kaum perempuan memang cenderung lebih teliti dan memperhatikan detail-detail kecil dibandingkan dengan laki-laki. Mereka lebih telaten dan hati-hati dalam mengambil sikap atau keputusan. Sifat tidak gegabah ini membuat perempuan lebih jeli dalam melihat setiap peluang yang datang, sehingga mereka bisa mengembangkan bisnis mereka.

  • Lebih kreatif dan terampil

Bicara masalah keterampilan dan kreativitas, laki-laki harus mengakui bahwa perempuan jauh lebih unggul. Saat diimplementasikan dalam sebuah bidang usaha, perempuan mampu menciptakan produk-produk inovatif yang disambut hangat oleh masyarakat. Ini terlihat dari dominasi perempuan yang mengambil bagian sebagai 60% dari seluruh pengusaha UMKM yang ada di Indonesia.

Peran perempuan dalam bisnis UMKM memang harus dieksplorasi dan diberdayakan secara lebih mendalam. Terlebih setelah ditemukan fakta bahwa UMKM yang dijalankan oleh perempuan lebih mampu bertahan di tengah situasi sulit seperti pandemi. Perempuan harus diberi akses pada permodalan dan pengetahuan bisnis yang lebih luas lagi agar mereka bisa memberikan kontribusi yang maksimal terhadap perekonomian negara.

Jangan ketinggalan tips dan inspirasi bisnis, finansial, serta investasi dari Satu Tumbuh Seribu