Checklist, Seberapa Paham Kamu dengan Investasi Saham Syariah?

102
investasi syariah

Marhaban ya Ramadhan. Bulan suci Ramadhan telah tiba. Selain menjalankan ibadah puasa, kegiatan berinvestasi pada bulan Ramadhan ini akan lebih pas jika dilakukan berdasarkan prinsip syariah.

Investasi syariah menjadi tren sejak beberapa tahun terakhir seiring gaya hidup bebas riba. Bahkan, investasi syariah tak hanya diminati umat muslim karena dianggap lebih fair dan produknya pun beragam. Portofolio syariah meliputi saham syariah, sukuk, reksa dana syariah, exchange traded fund (ETF) syariah, efek beragung aset (EBA) syariah, dan dana investasi real estat (DIRE) syariah.

investasi syariah

Apakah kamu memiliki portofolio investasi syariah? Ayo kita uji pemahamanmu terkait instrumen investasi syariah.

1. Kapan kelahiran pasar modal syariah Indonesia?

A. 1997

B. 1999

C. 2009

D. 2011

Jangan ketinggalan tips dan inspirasi bisnis, finansial, serta investasi dari Satu Tumbuh Seribu

Jawabannya adalah A.

Kelahiran pasar modal syariah di Indonesia diawali dengan diterbitkannya reksa dana syariah pertama pada tahun 1997. Kemudian diikuti dengan diluncurkannya Jakarta Islamic Index (JII) sebagai indek saham syariah pertama, yang terdiri dari 30 saham syariah paling likuid di Indonesia, pada tahun 2000.

Pada tahun 2001, Dewan Syariah Nasional-Majelis Ulama Indonesia (DSN-MUI) menerbitkan Fatwa Nomor 20 tentang Pedoman Pelaksanaan Investasi untuk Reksa Dana Syari’ah dan pada tahun 2003, DSN-MUI menerbitkan Fatwa nomor 40 tentang Pasar Modal dan Pedoman Umum Penerapan Prinsip Syariah di Bidang Pasar Modal. Peraturan OJK (pada saat itu masih Bapepam dan LK) tentang pasar modal syariah pertama diterbitkan di tahun 2006 dan dilanjutkan dengan diterbitkannya Daftar Efek Syariah (DES) pada tahun 2007. DES adalah panduan bagi pelaku pasar dalam memilih saham yang memenuhi prinsip syariah.

Baca juga: Mengenal Sukuk, Investasi Syariah yang Sedang Naik Daun

2. Bagaimana suatu saham bisa dikategorikan dalam saham syariah?

A. Saham berasal dari perusahaan yang didirikan umat Islam

B. Berasal dari Arab Saudi

C. Memiliki izin MUI

D. Sesuai prinsip syariah di pasar modal

Jawabannya adalah D.

Saham syariah merupakan efek berbentuk saham yang tidak bertentangan dengan prinsip syariah di Pasar Modal. Definisi saham dalam konteks saham syariah merujuk kepada definisi saham pada umumnya yang diatur dalam undang-undang maupun peraturan OJK lainnya.

Kriteria seleksi saham syariah oleh OJK sebagai berikut:

Emiten tidak melakukan kegiatan usaha sebagai berikut:

a. perjudian dan permainan yang tergolong judi;

b. perdagangan yang dilarang menurut syariah, antara lain:

– perdagangan yang tidak disertai dengan penyerahan barang/jasa;

– perdagangan dengan penawaran/permintaan palsu;

c. jasa keuangan ribawi, antara lain:

– bank berbasis bunga;

– perusahaan pembiayaan berbasis bunga;

d. jual beli risiko yang mengandung unsur ketidakpastian (gharar) dan/atau judi (maisir), antara lain asuransi konvensional;

e. memproduksi, mendistribusikan, memperdagangkan, dan/atau menyediakan antara lain:

– barang atau jasa haram zatnya (haram li-dzatihi);

– barang atau jasa haram bukan karena zatnya (haram lighairihi) yang ditetapkan oleh DSN MUI;

– barang atau jasa yang merusak moral dan/atau bersifat mudarat;

f. melakukan transaksi yang mengandung unsur suap (risywah); dan

Emiten memenuhi rasio-rasio keuangan sebagai berikut:

a. total utang yang berbasis bunga dibandingkan dengan total aset tidak lebih dari 45% (empat puluh lima per seratus); atau

b. total pendapatan bunga dan pendapatan tidak halal lainnya dibandingkan dengan total pendapatan usaha (revenue) dan pendapatan lain-lain tidak lebih dari 10% (sepuluh per seratus)

Baca juga: Mana yang Lebih Menguntungkan: Investasi Saham Langsung atau Reksa Dana Saham?

3. Berikut ini yang merupakan akad untuk penerbitan efek syariah, kecuali

A. Ijarah dan Istishna

B. Wadiah dan Salam

C. Musyarakah dan Wakalah.

D. Kafalah dan Mudharabah

Jawabannya adalah B.

Wadiah dan Salam adalah akad dalam transaksi perbankan syariah. Wadiah adalah akad penitipan barang atau uang antara pihak yang mempunyai barang atau uang dan pihak yang diberi kepercayaan dengan tujuan untuk menjaga keselamatan, keamanan, serta keutuhan barang atau uang. Salam adalah akad pembiayaan suatu barang dengan cara pemesanan dan pembayaran harga yang dilakukan terlebih dahulu dengan syarat tertentu yang disepakati.

investasi syariah

4. Dibawah ini yang merupakan indeks saham syariah di pasar modal Indonesia adalah?

A. IHSG

B. ISSI & JII

C. JISDOR

D. JCI & LQ45

Jawabannya adalah B.

Terdapat dua indeks saham syariah di pasar modal Indonesia, yaitu: Indeks Saham Syariah Indonesia (ISSI) yang diluncurkan pada tanggal 12 Mei 2011. ISSI adalah indeks komposit saham syariah yang tercatat di BEI. ISSI merupakan indikator dari kinerja pasar saham syariah Indonesia. Konstituen ISSI adalah seluruh saham syariah yang tercatat di BEI dan masuk ke dalam Daftar Efek Syariah (DES) yang diterbitkan oleh OJK.

Jakarta Islamic Index (JII) adalah indeks saham syariah yang pertama kali diluncurkan di pasar modal Indonesia pada tanggal 3 Juli 2000. Konstituen JII hanya terdiri dari 30 saham syariah paling likuid yang tercatat di BEI.

Baca juga: Investasi Emas Atau Saham? Mana yang Lebih Pas untuk Masa Depan

5. Bagaimana cara mengakses data perusahaan tercatat syariah yang lebih dari 3 tahun?

A. Akses di situs OJK

B. Akses di situs BEI

C. Akses di situs TICMI

D. Akses di situs TMII

Jawabannya adalah C.

Data Perusahaan Tercatat Syariah yang lebih dari 3 tahun terakhir dapat diakses melalui website TICMI, www.ticmi.co.id. Ticmi singkatan dari The Indonesia Capital Market Institute. Ticmi merupakan lembaga pendidikan, pelatihan dan sertifikasi pasar modal yang didirikan oleh Self Regulatory Organization (SRO’s) yakni PT Bursa Efek Indonesia (BEI), PT Kliring Penjaminan Efek Indonesia (KPEI) dan PT Kurtodian Sentral Efek Indonesia (KSEI).

Jangan ketinggalan tips dan inspirasi bisnis, finansial, serta investasi dari Satu Tumbuh Seribu