Era Digital Ekonomi, Ini Cara Perempuan Bisa Merdeka Finansial

192
merdeka finansial

Tingkat literasi keuangan perempuan bisa memengaruhi pertumbuhan ekonomi sebuah negara. Soalnya, perempuan punya potensi besar dalam mendorong kesejahteraan keluarga. Namun, akses permodalan untuk perempuan masih terbatas.

Apalagi, ketika pandemi Covid-19 menyerang, nasib keuangan dan bisnis perempuan di ujung tanduk. Akses permodalan yang sudah sulit digapai makin diperparah dengan tekanan ekonomi akibat pandemi Covid-19.

Dalam sebuah diskusi virtual pada Senin 8 Maret 2021, Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mengatakan kaum perempuan sudah kesulitan untuk mengakses keuangan dalam permodalan lewat bank maupun lembaga keuangan lainnya sejak pandemi Covid-19 belum ada.

Baca juga: Pentingnya Literasi Keuangan dan Cara Perempuan Bisa Financial Freedom 

Hal itu tampak dari hasil Survei Nasional Literasi dan Inklusi Keuangan 2019 oleh OJK. Indeks literasi keuangan perempuan masih lebih rendah dibandingkan dengan laki-laki, yakni sekitar 36,13 persen.

Selain kurang melek finansial, hal itu juga makin diperparah perkembangan teknologi digital yang sangat cepat, sedangkan adaptasi perempuan untuk menggunakannya juga terbatas.

“Tantangan perempuan dalam hal keuangan semakin hari semakin meningkat. Kami akan mencoba agar mereka bisa dapatkan bantuan dari akses permodalan, keterampilan menggunakan aplikasi digital, dan mengoptimalkan keterampilannya tersebut”, ujarnya.

Untuk itu, pemerintah Indonesia lewat program pemulihan ekonomi nasional (PEN) membuka peluang ke seluruh warga, termasuk perempuan untuk bisa bertahan di tengah pandemi Covid-19.

Jangan ketinggalan tips dan inspirasi bisnis, finansial, serta investasi dari Satu Tumbuh Seribu

Sri Mulyani mengatakan pemerintah mendirikan perusahaan induk untuk keuangan mikro yang dipimpin PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. untuk meningkatkan akses permodalan pelaku usaha ultra mikro dengan tingkat bunga yang rendah.

“Ini menjadi salah satu upaya  mempermudah akses permodalan, literasi keuangan, dan kemampuan penguasaan aplikasi digital untuk perempuan. Kini, sudah ada 28 juta pelaku usaha ultra mikro yang sudah terdaftar”

Lalu, bagaimana cara perempuan untuk merdeka finansial dalam mengembangkan bisnis dan mengelola keuangan?

Cara Perempuan untuk Mengembangkan Bisnis

merdeka finansial

Ada banyak kelebihan yang perempuan miliki untuk mengembangkan bisnis. Peluang itu bisa membuka peluang perempuan untuk menambah pundi-pundi pendapatannya.

Untuk itu, ada beberapa cara yang hanya perempuan bisa lakukan untuk mengembangkan bisnisnya:

1.Optimalkan Media Sosial

Perempuan harus mengoptimalkan penggunaan media sosial dari organik maupun menggunakan iklan di sana. Tujuannya, untuk bisa memperluas target  pasar dari bisnis yang dibangun.

Apalagi, jika kamu memiliki jaringan pertemanan yang sangat luas, itu bakal membantu penyebaran informasi bisnismu.

Jangan lupa optimalkan penggunaan media sosial di seluruh platform dan buat branding yang sangat user friendly lewat komunikasi kamu di media sosial.

2. Manfaatkan Jaringan yang Dimiliki

Jaringan pertemanan perempuan itu bisa dibilang lebih erat dibandingkan dengan pria. Hal itu terbukti dengan bagaimana Tupperware bisa sukses hanya memanfaatkan acara kumpul-kumpul perempuan.

Untuk itu, kamu perlu mengoptimalkan komunikasi dengan pertemanan untuk bisnismu. Namun, jangan memaksakan untuk menjual produk secara langsung, bisa bermain lebih soft sehingga penjualan bisa berkelanjutan.

Baca juga: Peran Perempuan dalam Bisnis UMKM, Ini Tantangan dan Keuntungannya

Kamu juga bisa meningkatkan layanan secara maksimal sehingga temanmu lebih teredukasi tentang produk jualanmu. Hal itu akan berguna ketika temanmu akan merekomendasikan produkmu ke teman yang lainnya. Di sini, secara otomatis pasar untuk produkmu meluas.

3. Belajar untuk Berbagi Tugas

Salah satu tantangan perempuan dalam membuat bisnis adalah merasa multitasking. Hal itu membuat perempuan selalu yakin bisa melakukannya sendirian. Padahal, tidak ada salahnya juga untuk berbagi tugas dengan yang lain juga.

Di sini, kamu bisa mengajak sahabat atau saudara untuk membantu bisnismu. Dengan begitu, penjualan dan produksi bisa lebih optimal. Lalu, kamu bisa menjangkau pasar yang lebih luas.  Soalnya, jaringan yang digapai bukan hanya yang kamu miliki, tetapi juga yang tim-mu miliki.

4. Cari Celah Sekecil Apapun

Jika tiga poin di atas sudah dijalankan, kamu juga perlu mengembangkan jaringan baru lainnya agar pasar yang digapai terus tumbuh berkelanjutan. Caranya, jangan sungkan buat berkenalan dengan orang baru sehingga memiliki jaringan yang baru.

Dengan memiliki jaringan yang baru, kamu bisa mendapatkan potensi pasar bahkan inovasi baru sehingga bisnis terus tumbuh secara berkelanjutan.

Cara Kelola Keuangan Setelah Bisnis Berjalan Lancar

merdeka finansial

Setelah bisnis berjalan lancar, perempuan juga harus belajar mengelola keuangan dari hasil bisnisnya. Jadi, usaha untuk mencari uang dengan susah payah bisa berguna untuk jangka panjang.

Untuk itu, ada beberapa cara yang bisa dilakukan:

1.Pisahkan Uang Hasil Bisnis dengan Pribadi

Uang hasil bisnis dengan pribadi harus dipisahkan agar pembagian untuk ekspansi bisnis dan pengeluaran pribadi tidak tercampur. Agar kamu juga bisa menikmati hasil bisnismu, maka tentukan dalam sebulan, berapa persen dari keuntungan bisnis yang dijadikan sebagai upah kerja kerasmu.

Baca juga: Cari  Untung dari Saham, Lebih Baik Capital Gain atau Dividen?

Dengan begitu, kamu tetap memiliki arus kas untuk pengembangan bisnis dan bisa merasakan hasil kerja keras dari usahamu tersebut. Pemisahannya pun harus dengan rekening bank yang berbeda.

2. Atur Keuangan Pribadi agar Ada Ruang untuk Investasi

Jangan pernah puas karena kamu telah memiliki bisnis yang menguntungkan. Kamu pun harus menyisihkan sebagian uang dari bisnis yang dialokasikan khusus kebutuhan pribadi untuk investasi.

Maksudnya, di sini kamu menyiapkan investasi sebagai dana darurat dan kebutuhan jangka panjang. Opsi instrumen investasinya bisa menggunakan reksa dana sampai saham.

Dengan begitu, jika bisnis kamu mengalami penurunan penjualan akibat berbagai faktor yang diprediksi, setidaknya kamu memiliki dana darurat untuk kebutuhan sehari-hari dan juga modal untuk mengubah arah bisnis agar kembali menguntungkan.

3. Periksa Kondisi Utang dan Asetmu

Paling penting lainnya adalah periksa kondisi utang dan aset yang kamu miliki. Apakah jumlah utang lebih besar dari aset, atau sebaliknya. Jika jumlah utang lebih besar daripada aset, kamu harus mencoba untuk menyelesaikan utang secara bertahap.

Tujuannya, agar kalau ada kejadian tidak terduga, kamu tidak terlilit utang hingga tidak bisa melanjutkan bisnis yang telah dirintis.

Tantangan Edukasi Keuangan untuk Perempuan

Memang jika melihat deretan tips di atas terlihat mudah, tetapi menurut Otoritas Jasa keuangan (OJK) ada beberapa tantangan dalam edukasi keuangan ke perempuan nih.

Pertama, perempuan beranggapan kalau mereka tahu cara mengelola keuangan yang baik. Padahal sebenarnya mereka hanya tahu cara mengelola keuangan yang tidak terlalu mendalam.

Kedua, sebagian besar program pendidikan keuangan adalah kegiatan berdiri sendiri. Padahal, perempuan butuh program yang dilakukan secara berkelanjutan.

Ketiga, target program pelatihan yang dilakukan masih terbatas dalam banyaknya frekuensi pertemuan saja, tidak mengarah ke hasil.

Bayangkan jika pola pengembangan bisnis dan keuangan perempuan berjalan optimal, berapa besar kontribusi perempuan untuk pertumbuhan ekonomi negeri?

Jangan ketinggalan tips dan inspirasi bisnis, finansial, serta investasi dari Satu Tumbuh Seribu