Banyak Keuntungan Gunakan Jasa Pinjol, Kenali Perbedaan Fintech Legal dan Ilegal

223
p2p lending

Perusahaan financial tecnology (fintech) peer to peer (p2p) lending atau pinjaman online (pinjol) kembali menjadi pembicaraan di dunia maya belum lama ini. Penyebabnya, ada modus baru yang dilakukan pinjol ilegal dalam mencari korbanya. Pinjol ilegal itu transfer sejumlah uang ke nasabah meskipun tidak mengajukan peminjaman. Kemudian, pinjol itu menagih uang yang telah ditransfernya dengan jumlah lebih besar.

Perusahaan pinjol ilegal memang marak beroperasi. Setiap tahun, lembaga pengawas industri keuangan yakni Otoritas Jasa Keuangan (OJK) melalui Satgas Waspada Investasi mengumumkan daftar perusahaan pinjol ilegal. Terbaru, Satgas Waspada Investasi menemukan 51 pinjol ilegal pada Februari 2021. Berikut 15 diantaranya yang mungkin namanya pernah kamu dengar.

  • Go Duit (developer: Jesus Shope)
  • Go Duit – Pinjaman Dana Darurat
  • Go Duit (developer:Octavia Hollenbaugh)
  • Dana Cepat
  • Uang Pintar
  • CashGo – Pinjaman Online Cepat Cair
  • Butuh Modal – Pinjaman Online Cepat Cair
  • Butuh Modal – Kredit Dana Rupiah Pinjam Cepat Online
  • Dana Speed
  • Dana Saku – Online Kredit
  • KSP Dana Saku
  • PinjamSaja – KSP Pinjaman Dana Online
  • Halo Money
  • Dana fun
  • Rafra Apps Store

Untuk list lengkapnya, kamu bisa mengeceknya melalui situs resmi OJK.

Terhadap pinjol ilegal, OJK memberikan hukuman berupa penutupan usaha. Hanya saja, pinjol ilegal seperti jamur di musim hujan, yang gampang tubuh. Terbukti, sejak tahun 2018 hingga Februari 2021, OJK sudah menutup sebanyak 3.107 pinjol ilegal.

Namun, meski OJK terus mengawasi perusahaan fintech, bisnis pinjol ilegal tetap bisa tumbuh. Agar kamu tidak tertipu oleh perusahaan fintech P2P Lending abal-abal, kenali ciri-ciri pinjol ilegal sebagai berikut:

  1. Pinjol ilegal tidak memiliki izin dari OJK.
  2. Pinjol ilegal tidak terdaftar sebagai anggota Asosiasi Fintech Pendanaan Bersama Indonesia (AFPI)
  3. Pinjol ilegal memberikan biaya dan denda yang sangat besar dan tidak transparan.
  4. Pinjol ilegal tidak tunduk pada Peraturan OJK (POJK) dan berpotensi tidak tunduk pada peraturan dan undang-undang lain yang berlaku.
  5. Pinjol ilegal belum memiliki pengalaman dalam menyelenggarakan operasi fintech.
  6. Pinjol ilegal tidak mengikuti tata cara penagihan yang beretika dan sesuai aturan. Sering terjadi penagihan dengan cara-cara kasar, cenderung mengancam, tidak manusiawi, dan bertentangan dengan hukum.

Baca juga: 5 Hal yang Harus Kamu Lakukan agar Tujuan Keuangan Tidak Gagal karena Pandemi

Keuntungan memanfaatkan jasa pinjol

p2p lending

Diluar kasus fintech P2P lending ilegal, pinjol sebenarnya adalah jawaban bagi masyarakat nonbankable untuk mendapat pinjaman uang. Uang pinjaman bisa dipakai untuk tambah modal, bayar sekolah, dll. Berikut keuntungan memanfaatkan jasa pinjol bagi peminjam:

Jangan ketinggalan tips dan inspirasi bisnis, finansial, serta investasi dari Satu Tumbuh Seribu

  • Proses cepat dan mudah

Proses peminjaman uang di pinjol sangat gampang dan cepat. Bahkan, kamu tidak perlu datang ke kantor perusahaan pinjol itu, tapi cukup membuat akun di situsnya. Selesai akun dibuat, pinjol akan mengetahui apakah permohonannya ditolak atau disetujui. Jika disetujui, dana pinjaman langsung ditransfer pada saat itu.

Bandingkan dengan meminjam uang ke bank, koperasi, atau lembaga keuangan lainnya. Kamu harus melalui proses panjang dan datang ke kantornya membawa beragam dokumen. Dana pinjaman juga tidak bisa cair pada saat itu, karena permohonan pengajuan pinjaman harus dianalis oleh credit analyst.

Baca juga: Checklist Finansial agar Keuangan Kamu Tetap Kuat Hadapi Pandemi

  • Suku bunga rendah

Beberapa pinjol menawarkan suku bunga yang lebih rendah dari suku bunga bank. Peminjam juga bisa menegosiasikan jumlah suku bunga yang bisa disesuaikan dengan kemampuan peminjam. Dengan suku bunga yang lebih rendah, beban yang ditanggung peminjam pun lebih ringan.

Namun, beberapa kasus pinjol juga menawarkan suku bunga yang besar. Ini biasanya terjadi pada pinjol ilegal.

  • Pinjaman tanpa agunan

Agunan biasanya menjadi syarat wajib untuk peminjam uang di bank, koperasi ataupun lembaga keuangan lain. Nilai agunan mempengaruhi besarnya pinjaman. Bahkan, untuk kredit tanpa agunan (KTA) di bank pun sebenarnya ada jaminannya, yakni berupa gaji bulanan.

Namun pinjol tidak membutuhkan jaminan berbentuk apapun. Kamu juga bisa mengajukan pinjaman yang besar meski tidak ada agunan.

  • Kemudahan Bagi Peminjam

Selain kemudahan syarat dan proses, pinjol juga memberikan kemudahan lain bagi peminjam. Peminjam pinjol bisa membayarkan utangnya melalui transfer. Kemudian, peminjam pinjol bisa mendapatkan rangkuman semua informasi yang berkaitan dengan pinjaman secara online. Mulai dari update mengenai status pengajuan pinjaman atau pengecekan suku bunga, semua bisa dilakukan dimana saja dan kapan saja melalui sebuah ponsel.

Pinjol legal

p2p lending

Agar berbagai keuntungan itu bisa kamu rasakan, pastikan memanfaatkan jasa pinjol legal menurut OJK. Per Maret 2021, jumlah perusahaan P2P lending yang terdaftar dan mendapat izin OJK mencapai 148. Daftar perusahaan penyedia layanan pinjol yang legal bisa diakses di situs resmi OJK.

Baca juga: Pentingnya Literasi Keuangan & Cara Agar Perempuan Bisa Menuju Financial Freedom

Selain itu, untuk mengenali pinjol yang legal, cermati ciri-cirinya sebagai berikut:

1. Ada logo OJK

Setiap perusahaan jasa keuangan yang beroperasi di Indonesia harus terdaftar dan diawasi OJK. Perusahaan juga mencantumkan logo OJK. Untuk memastikan keaslian perusahaan terdaftar di OJK, kamu bisa menghubungi kontak OJK 157 melalui nomor telepon 157 atau layanan whatsapp 081 157 157 157. Dari layanan ini, kamu juga bisa mengecek status izin penawaran produk jasa keuangan tersebut.

2. Tidak memaksa

Perusahaan pinjol yang legal bekerja dengan standar operasional yang jelas. Perusahaan tidak akan memaksa dan mengancam calon nasabah untuk meminjam uang. Perusahaan pinjol yang legal juga tidak akan meneror nasabahnya dengan pesan singkat yang meresahkan.

3. Tidak ada pungutan

Perusahaan pinjol yang beroperasi di bawah pengawasan OJK tidak melakukan pungutan biaya sebelum dana pinjaman dicairkan. Perusahaan pinjol yang legal juga tidak memberatkan peminjam dengan keharusan membayar biaya administrasi dan lainnya sebelum dana pinjaman cair.

Jangan ketinggalan tips dan inspirasi bisnis, finansial, serta investasi dari Satu Tumbuh Seribu