Tertarik Investasi di Crypto Currency? Kuasai Dulu Informasi Seputarnya

284
Kripto currency

Crypto currency atau mata uang kripto ramai diperbincangkan publik belakangan ini. Pasalnya, banyak pesohor hingga miliarder dunia yang mulai memburu crypto currency, seperti Bitcoin, Dogecoin dll. Gayung bersambut, banyak investor baru yang ikut memburu crypto currency.

Walhasil, nilai sejumlah crypto currency melambung tinggi hingga memecahkan rekor. Coindesk, bursa crypto currency global mencatat nilai rata-rata harian Bitcoin mencapai rekor tertinggi sebesar 63.346,79 dollar AS per keping pada 16 April 2021, atau setara dengan Rp 918,53 juta (kurs Rp 14.500). Kini menurut Coindesk, nilai Bitcoin di level 58.788,21 dollar AS per keping pada 9 mei 2021 pukul 6.59.

Kripto currency

Crypto currency lainnya, Ethereum juga melonjak tinggi mencapai rekor tertinggi pada 9 Mei 2021 mencapai 3.882,81 dollar AS per keping. Pada 1 Januari 2021, harga Ethereum baru mencapai 741,12 dollar AS per keping, sehingga dalam lima bulan terakhir sudah meningkat lebih dari 5 kali lipat.

Baca juga : Alternatif Investasi, Cara Beli Saham UMKM Lewat Layanan Urun Dana

Lonjakan nilai crypto currency disebabkan permintaan terus meningkat. Hal itu akibat banyak perusahaan raksasa yang ikut membeli Bitcoin. Salah satunya Tesla, pada Selasa (9/2/2021) produsen mobil listrik ini mengumumkan pembelian Bitcoin sebesar 1,5 miliar dollar AS. Jumlah itu setara dengan 7,9% dari uang tunai yang dimiliki Tesla pada 2020.

Tesla juga menerima pembayaran mobil listrik menggunakan Bitcoin. Salah satu Grup Hotel terbesar di dunia, yaitu Luxury US Hotel Group juga memberikan fitur pembayaran dengan kripto, seperti Bitcoin, Ethereum, DOGE dan lainnya.

Apakah kamu juga berminat ingin mengoleksi Bitcoin, Ethereoum, DOGE atau crypto currency lainnya? Sebelum membeli, ayo kita uji dahulu pemahamanmu tentang crypto currency.

Jangan ketinggalan tips dan inspirasi bisnis, finansial, serta investasi dari Satu Tumbuh Seribu

1. Kapan pertama kali crypto currency yang sampai saat ini masih dipakai ditemukan?

A. 2007

B. 2008

C. 2009

D. 2010

Jawabannya adalah C.

Crypto currency yang sampai saat ini masih dipakai adalah Bitcoin yang pertama kali ditemukan pada Januari 2009. Bitcoin diciptakan oleh Satoshi Nakamoto. Satoshi Nakamoto bukanlah nama sebenarnya, sampai saat ini belum diketahui identitas asli penemu Bitcoin tersebut.

Baca juga: Serba-Serbi Investasi Emas Kala Pandemi Melanda

Namun sebelum Bitcoin muncul, sudah ada crypto currency yakni Digicash, buatan David Chaum, seorang kriptografer dari AS. Tepatnya pada 1980, Chaum bersama penggemar crypto currency mendirikan perusahaan nirlaba mata uang digital. Namun, upaya ini ditentang bank sentral hingga akhirnya pada 1990 DigiCash bangkrut.

Lalu pada 1998, Nick Szabo, rekan Chaum mengembangkan crypto currency bernama Bit Gold. Namun, crypto currency ini tidak laku.

2. Dimanakah kita bisa melakukan transaksi crypto currency secara legal di Indonesia?

A. Bursa Efek

B. Perbankan

C. Tokopedia

D. Tokocrypto

Jawabnya adalah D.

Tokocrypto adalah salah satu dari 13 perusahaan pedagang yang melayani transaksi jual-beli crypto currency. Broker crypto currency lainnya adalah Indodax, Zipmex, Idex, Pintu, Luno, Koinku, Tiga Inti Utama, Upbit, Bursa Cripto Prima, Rekeningku Dotcom Indonesia, Triniti Investama Berkat, dan Plutonext Digital Aset.

Tahun 2021 ini, di Indonesia akan terdapat bursa khusus yang melayani transaksi crypto currency. Saat ini, pembentukan bursa crypto currency masih menunggu persetujuan dari Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi (Bappebti). Ditargetkan, sebelum akhir semester II 2021, bursa crypto currency beroperasi.

Selain untuk memfasilitasi trading crypto currency, bursa aset kripto penting untuk menjamin perlindungan bagi investor, memberikan kepastian hukum dan jaminan transaksi yang lebih jelas. Dengan adanya bursa tersebut, para broker crypto currency harus membuat laporan transaksi yang telah terjadi. Dengan demikian, bursa crypto currency bisa mengawasi aktivitas broker.

3. Selain membeli melalui broker uang kripto, kita bisa mendapatkan crpto currency dengan cara?

A. Menambang

B. Menabung

C. Trading di bursa efek

D. Beli di Bank Indonesia

Jawabnya adalah A. Menambang

Menambang merupakan suatu hal yang sangat berkaitan dengan crypto currency. Berbeda dengan aktivitas pertambangan logam dan mineral, menambang crypto currency tidak membutuhkan alat berat. Menambang crypto currency hanya menggunakan seperangkat komputer dengan koneksi internet. Komputer untuk menambang crypto currency akan menjalankan perannya sebagai pencatat transaksi mata uang kripto dan memecahkan kode tertentu untuk menambah blok baru dalam sistem transaksi crypto currency. Nah, pendapatan aktivitas menambang crypto currency adalah berupa komisi yang tentunya berujud mata uang kripto.

Perangkat komputer untuk menambang crypto currency harus canggih. Laptop atau PC biasa yang ada di rumah belum tentu sanggup untuk menambang crypto currency. Selain itu, ada software khusus untuk menambang, yang cukup terkenal yakni Antminer S19 Pro dan M30 S++. Software ini bisa dibeli di beberapa e-commerce seperti e-Bay dan Amazon.

Yang jelas, menambang crypto currency juga butuh modal besar, bisa mencapai ribuan dollar AS. Selain itu, komputer harus selalu menyala sepanjang hari, sehingga tagihan listrik bisa melonjak. Jika Anda tidak memiliki dana yang cukup, jangan menambang crypto currency.

4. Faktor-faktor yang mempengaruhi pergerakan nilai crypto currency, kecuali?

A. Jumlahnya

B. Kepercayaan pengguna

C. Mekanisme dan sentimen pasar

D. Fluktuasi dollar AS

Jawabnya adalah D.

Fluktuasi dollar tidak berpengaruh langsung terhadap pergerakan crypto currency. Naik turunnya crypto currency terutama dipengaruhi jumlah atau ketersediaan dan kelangkaannya, kepercayaan dan penggunaan di kalangan pemakai dan mekanisme pasar.

Yang perlu dicermati adalah, crypto currency sangat fluktuatif atau memiliki volatilitas perubahan yang besar. Dalam sehari, crypto currency bisa menguat atau anjlok lebih dari 20% akibat sentimen pasar.

5. Negara yang sudah melegalkan crypto currency seperti bitcoin untuk alat pembayaran adalah

A. Indonesia

B. Inggris

C. China

D. Korea Selatan

Jawabnya adalah D.

Hingga tahun 2020, sudah ada enam negara yang melegalkan penggunaan Bitcoin sebagai alat pembayaran. Selain Korea Selatan, negara yang mengizinkan Bitcoin untuk transaksi pembayaran adalah Amerika Serikat, Jepang, Denmark, Finlandia, dan Rusia. Rusia tercatat sebagai negara pertama yang mengizinkan penggunakan Bitcoin untuk pembayaran, yakni pada tahun 2016. Setahun kemudian, AS, Jepang, dan Korea Selatan ikut memperbolehkan transaksi pembayaran menggunakan Bitcoin. AS dan Finlandia tercatat sebagai negara paling maju dalam penggunaan crypto currency karena sudah ada ATM khusus bitcoin yang bisa digunakan untuk pembelian, penukaran hingga tup up bitcoin.

Baca juga : Sudahkah Kamu Menjalankan Gaya Hidup Hemat?

Kripto currency

Di luar negara tersebut, banyak yang secara resmi melarang penggunakan crypto currency untuk transaksi pembayaran. Negara yang melarang crypto currency adalah Nigeria, China, Colombia, Taiwan, Ekuador, Bangladesh, Kyrgyzstan, Bolivia, Vietnam, Thailand, Maroko, Singapura, Nepal, Indonesia, dan Israel. Larangan penggunaan crypto currency karena berbagai hal, seperti bukan mata uang resmi negara, tidak bisa dikontrol, perubahan harga yang terlalu fluktuatif, hingga berisiko tinggi mengalami bubble.

Layaknya instrumen investasi, membeli crypto currency memiliki risiko yang cukup tinggi. Sama dengan lonjakan harganya yang bisa membuat pemiliknya bahagia bukan kepalang, nilai crypto currency juga bisa anjok tajam membuat pemiliknya sedih berkepanjangan. Alangkah bijaknya jika jangan semua tabunganmu dikonversi menjadi crypto currency.

Jangan ketinggalan tips dan inspirasi bisnis, finansial, serta investasi dari Satu Tumbuh Seribu