10 Kebiasaan Positif Mengatur Uang yang Harus Dikembangkan Mulai Usia 20-an

103
Kebiasaan mengatur uang

Banyak orang menganggap usia 20-an adalah saatnya untuk bersenang-senang dan masih terlalu dini untuk memikirkan masalah finansial. Padahal tidak ada kata terlalu dini atau terlalu terlambat untuk mengembangkan kebiasaan keuangan yang baik. Justru karena mungkin kamu masih duduk di bangku kuliah atau menapaki karir, ini adalah saat yang tepat untukmu lebih sadar akan kebiasaan keuangan yang baik.

Kebiasaan mengatur uang Untuk Usia 20-an

Jangan menganggap enteng hanya karena kamu merasa tidak punya cukup uang di usia 20-an. Kamu bisa mengisi usia 20-an dengan membangun dasar-dasar dan pondasi yang tepat agar kamu tidak bangkrut ketika kamu memasuki dekade ketiga dan keempat hidupmu.

Yuk, kita simak tips berikut ini!

1. Kembangkan skill yang menjual

Jika kamu masih di awal usia 20-an, kamu harus mencari cara bagaimana menghasilkan banyak uang sebelum mengkhawatirkan bagaimana cara mengelolanya dengan baik.

Jangan hanya berpikir tentang pekerjaan, tapi berpikirlah soal karir apa yang ingin kamu jalani. Jika kamu punya skill yang menjual dan dibutuhkan oleh banyak orang, maka kamu bisa membangun karir dimana saja kamu berada, tanpa perlu bergantung pada satu pekerjaan yang sama.

Banyak-banyaklah mencoba tanpa takut akan gagal. Usia 20-an adalah saat yang tepat untuk melakukan hal yang baru dan mengambil risiko yang besar. Ketika kamu tidak cocok dengan satu pekerjaan, kamu bisa meninggalkannya dan mencari pekerjaan lain selagi ada kesempatan.

2. Belajar membuat budget plan

Mendapatkan gaji pertama, tentu kamu merasa sangat senang. Tapi sebelum kamu menggunakannya untuk bersenang-senang, susun dulu bujet bulanan agar keuanganmu jadi teratur. Hal ini memang harus kamu lakukan sejak kamu menerima gaji, sehingga nantinya bisa jadi kebiasaan yang baik.

Jangan ketinggalan tips dan inspirasi bisnis, finansial, serta investasi dari Satu Tumbuh Seribu

Tanpa adanya bujet yang mengatur berapa yang kamu dapat dan berapa yang kamu keluarkan, risiko untuk overspending akan sangat besar.

Baca juga: Cara mengelola uang THR di tengah larangan mudik Lebaran 2021

3. Bangun dana darurat

Kamu pasti sudah sering mendengar, atau bahkan membaca tentang pentingnya dana darurat. Dana darurat ibarat payung yang akan kamu pakai saat hujan turun. Sebelum turun hujan kamu harus menyiapkan payungnya. Besarnya dana darurat sendiri tidak sama untuk setiap orang.

Semua tergantung pada kebutuhan, pengeluaran, hingga jumlah utang yang kamu miliki. Namun idealnya dana darurat harus adalah setara dengan biaya hidupmu selama 3 sampai 6 bulan jika kamu belum menikah. Sementara untuk pasangan yang sudah menikah, besarnya dana darurat harus bisa digunakan untuk biaya hidup selama 6 sampai 9 bulan.

4. Mulai menabung untuk masa pensiun

Kebiasaan mengatur uang Untuk Usia 20-an

Berada di usia 20-an, wajar saja jika kamu bahkan belum memikirkan soal pensiun. Tapi bukan berarti kamu tidak bisa mempersiapkannya mulai dari sekarang. Lebih cepat kamu mulai menabung untuk dana pensiun, maka semakin baik.

Artinya kamu akan punya lebih banyak waktu untuk mengumpulkan uang dan bisa mendapatkan dana pensiun yang jumlahnya lebih banyak. Namun jangan berpikir bahwa menyisihkan uang untuk dana pensiun sama dengan mengurangi gaji atau uangmu. Mungkin awalnya kamu merasa keberatan, namun seiring berjalannya waktu kamu akan bisa merasakan manfaatnya.

5. Tetapkan tujuan finansial

Tujuan finansial punya peranan yang sangat penting, bukan hanya dalam hal keuangan, tetapi juga hidupmu secara keseluruhan. Dengan memiliki tujuan finansial yang jelas, maka akan lebih mudah bagimu memutuskan langkah-langkah apa yang harus kamu ambil untuk mencapainya.

Buat 3 jenis tujuan finansial, yaitu jangka pendek, jangka menengah, dan jangka panjang. Jika kamu punya tujuan yang besar, pastikan kamu tidak berlaku boros dan menghabiskan banyak uang melebihi seharusnya. Pemborosan dan pengeluaran yang tidak terkontrol hanya akan semakin menjauhkan kamu dari tujuan finansialmu.

Baca juga: Tingkatkan Financial Health untuk Masa Depan yang Lebih Baik dengan ke-7 Cara Ini

6. Cari pekerjaan sampingan

Meski kamu tidak kekurangan uang, jangan ragu dan malu untuk mencari pekerjaan sampingan. Ini adalah sebuah pembelajaran yang baik untukmu membentuk mental sebelum memasuki dunia kerja nantinya, sekaligus mendapatkan uang tambahan yang akan membawamu semakin dekat pada tujuan finansialmu.

Kamu bisa mencari pekerjaan sampingan yang sesuai dengan minatmu agar kamu tidak merasa terbebani saat sedang mengerjakannya. Siapa tahu pekerjaan sampingan ini bisa menjadi langkah awal untuk menyusun karir yang menjanjikan.

7. Fokus untuk mengembangkan karir

Usia 20-an adalah kesempatan emas untuk mengembangkan karir agar kamu bisa mencapai puncak yang kamu inginkan. Fokuskan dirimu untuk membangun karir yang menjanjikan untuk masa depanmu. Kamu bisa melakukannya dengan bekerja pada sebuah perusahaan yang memberimu gaji tetap dan jenjang karir yang bagus, atau kamu juga bisa membangun usaha sendiri atau menjadi seorang freelance.

Apapun itu, kamu harus menekuni karir yang kamu jalani. Bangun koneksi yang bisa menunjang kamu untuk semakin maju dan berkembang.

8. Belajar untuk tidak berbelanja secara impulsif

Belanja tanpa kontrol dengan memuaskan keinginan dibandingkan kebutuhan adalah kebiasaan yang banyak dilakukan oleh anak muda usia 20-an dan akhirnya terbawa ketika mereka memasuki usia 30-an hingga 40-an. Biasanya nafsu belanja ini muncul tidak lama setelah kita menerima gaji. Berbelanja dengan mengikuti hawa nafsu sangat berbahaya untuk keuanganmu. Kebiasaan untuk menahan diri dari dorongan berbelanja yang tidak penting ini harus dilakukan sedini mungkin.

Sebelum berbelanja, biasakan untuk menuliskan secara rinci apa saja yang kamu butuhkan. Kemudian jangan membeli apapun yang tidak ada dalam daftar tersebut. Ini adalah cara untuk mencegah kamu berbelanja barang yang sebenarnya tidak kamu perlukan hingga akhirnya kamu overspending.

Baca juga: Membantu Milenial Membangun Hunian Impian: Inilah Profil Aruna Harsa, Sosok di Balik Dekoruma

9. Prioritaskan menabung

Berapapun usiamu, menabung adalah prioritas yang paling utama. Apalagi saat kamu sudah bisa menghasilkan uang sendiri, kamu harus bisa menyisihkan uangmu untuk ditabung. Jika kamu merasa malas menabung, ciptakan sebuah tujuan atau keinginan yang akan membuat dirimu termotivasi.

Misalnya, kamu ingin liburan ke luar negeri. Maka menabunglah untuk mewujudkan keinginan tersebut. Jangan sampai kamu tidak menabung sama sekali setelah menerima uang.

10. Catat semua pemasukan dan pengeluaran

Kebiasaan mengatur uang lain yang harus kamu kembangkan sejak usia 20-an adalah mencatat semua uang yang kamu terima dan kamu keluarkan. Meski kedengarannya sepele, nyatanya banyak orang yang sangat susah untuk melakukannya.

Padahal dengan rajin mencatat, kamu tahu kemana saja uangmu dihabiskan dan kamu bisa melakukan pemangkasan pada hal-hal yang kamu rasa terlalu boros dan tidak perlu.

Itulah tadi sederet kebiasaan mengatur uang yang bisa kamu mulai di usia 20-an. Meski ada beberapa yang tidak langsung berurusan dengan uang yang kamu miliki, namun kebiasaan tersebut akan berpengaruh terhadap pandanganmu tentang uang dan bagaimana kamu bisa mengelola finansialmu dengan baik nantinya.

Jangan ketinggalan tips dan inspirasi bisnis, finansial, serta investasi dari Satu Tumbuh Seribu