6 Langkah Keluar dari Jerat Utang

181
jerat utang, pengelolaan keuangan

Jika kamu kewalahan dengan banyaknya utang kepada sejumlah kreditor, kamu mungkin bertanya-tanya bagaimana cara keluar dari jerat utang.

Ada banyak keuntungan keluar dari jerat utang. Ketika kamu mewarisi utang tahun demi tahun, kamu berada dalam posisi rentan secara finansial di mana kamu memiliki kekayaan bersih negatif. Dengan keluar dari utang, kamu bebas menggunakan uang yang kamu miliki untuk menumbuhkan kekayaan. Utang juga dapat membatasi peluang . Menjadi bebas utang memberimu kebebasan untuk mengejar peluang karier yang lebih bermanfaat atau memulai bisnis sendiri.

Pada akhirnya, keluar dari jeratan utang sangat penting untuk mendapatkan kendali atas pengelolaan keuangan dan membangun kekayaan, jadi ini harus menjadi langkah pertama dalam rencana keuangan. Gunakan strategi ini untuk mengatasi utang, sekali dan untuk selamanya.

Buat Anggaran

jerat utang, pengelolaan keuangan

Jika kamu belum memilikinya, langkah pertama untuk keluar dari utang adalah menyusun anggaran. Anggaran ini berisi berapa pemasukan dan juga rencana pengeluaran.

Tuliskan pendapatan dari semua sumber pendapatan. Demikian juga, catat biaya tetap yang tetap sama setiap bulannya, seperti cicilan rumah atau mobil, bersama dengan biaya variabel yang berubah setiap bulan, seperti biaya makan dan hiburan.

Kemudian, pendapatan dikurangi pengeluaran sehingga didapat sisa anggaran. Alokasikan sebagian dari jumlah sisa anggaran ini setiap bulan untuk membayar utang.

Jika hasil pengurangan tersebut hasilnya adalah minus atau tidak ada sisa anggaran, berarti kamu membelanjakan lebih dari yang uang yang kamu hasilkan. Ini merupakan sinyal bahwa kamu harus punya penghasilan lebih banyak atau membelanjakan lebih sedikit untuk menciptakan bantalan finansial dalam anggaran yang dibutuhkan untuk membayar utang dengan nyaman sambil memenuhi kewajiban finansial penting lainnya.

Jangan ketinggalan tips dan inspirasi bisnis, finansial, serta investasi dari Satu Tumbuh Seribu

Baca juga : Tingkatkan Financial Health untuk Masa Depan yang Lebih Baik dengan ke-7 Cara Ini

Prioritaskan Utang

Tidaklah terlalu berdampak ke kesehatan keuanganmu jika kamu hanya mencicil sedikit dari utangmu yang besar. Sebaliknya, kamu harus memprioritaskan utang dan memastikan bahwa kamu membayar jumlah yang lebih besar. Misalnya, jika kamu mencicil utang kartu kredit dengan hanya membayar pembayaran minimum maka utang akan semakin membebani di bulan— bulan berikutnya karena ada biaya bunga dan administrasi. Bila punya uang cukup lunasi langsung utang kartu kreditmu agar kamu terbebas dari biaya bunga dan administrasi.

Lunasi Utang Lebih Awal

Apa pun jenis rencana pengelolaan utang yang kamu buat untuk diri sendiri, itu hanya akan berhasil jika kamu berhasil melunasi utang lebih awal. Perlu diingat bahwa ini cukup penting, jadi jangan diabaikan. Jika kamu mencoba mengkonsolidasikan utang, pastikan kamu membayar lebih dari jumlah minimum setiap bulan. Jika kamu memiliki lebih dari satu kreditur, segera lunasi satu utang agar bisa fokus pada yang lain. Misalkan kamu sedang punya uang lebih dari bonus tahunan di tempat kerja, kamu bisa melunasi sebagian pokok utang KPR sehingga tenor pelunasan bisa lebih singkat.

Pastikan kamu hanya menggunakan uang tunai untuk melunasi utang, jangan gunakan utang baru untuk melunasi utang lama. Tinggalkan kartu kredit di rumah dan jangan gunakan saat kamu sedang dalam proses melunasi utang karena akan menimbulkan utang baru.

Baca juga : Berniat Resign di tengah Resesi? Yuk Baca Ini Dulu!

Turunkan Suku Bunga Utang

Suku bunga tinggi membuat kita semakin sulit untuk melunasi utang, jadi salah satu strategi terbaik untuk keluar dari utang adalah mencoba menurunkan suku bunga utang.

Pendekatan yang paling mudah: Hubungi kreditur, entah bank, leasing atau pegadaian dan minta suku bunga yang lebih rendah — baik untuk sementara atau selamanya. Memiliki catatan pembayaran tepat waktu dapat meningkatkan peluang disetujui pihak kreditor.

Turunkan Rasio Utang terhadap Penghasilanmu

Jumlah utang yang kamu miliki dibandingkan jumlah pendapatan haruslah sekecil mungkin untuk memberi ruang finansial yang lebih besar. Ini sering kali menjadi indikator yang baik untuk menilai kesehatan keuangan kita. Pakar keuangan mengatakan idealnya utang tidak boleh lebih dari 30% dari pendapatan kita, di bawah itu akan lebih baik lagi.

Kamu dapat menurunkan rasio utang terhadap pendapatan itu dengan membayar utang dan tidak mengambil utang melalui kartu kredit atau pinjaman baru. Meningkatkan penghasilan adalah cara lain untuk menurunkan rasio.

Baca juga : Sering Berutang, Coba Cek Portofolio Utang Anda

Berhenti Menggunakan Kartu Kredit

jerat utang, pengelolaan keuangan

Begitu mulai membayar utang, penting untuk menghindari diri kita semakin dalam terjerumus ke jurang utang dengan meninggalkan kebiasaan buruk yang membuatmu terlilit utang.

Salah satu kebiasaannya adalah belanja kartu kredit yang berlebihan. Untuk membatasi pengeluaran, hentikan penggunaan kartu kredit setiap bulan. Ini bisa menjadi proses yang sulit, terutama jika kamu menggunakannya setiap bulan untuk menutupi kekurangan. Kamu bisa mencari cara membayar pengeluaran dengan cara lain. Misalnya, dengan menarik dana dari rekening tabungan yang kamu bangun untuk tujuan tertentu, seperti dana darurat atau rekening tabungan yang berorientasi pada tujuan untuk rumah atau mobil. Mengapa kamu harus fokus pada penghentian penggunaan kartu kredit? Karena kartu kredit mengenakan bunga paling tinggi dibandingkan jenis pinjaman lain dari bank.

Jika kamu masih tidak dapat membatasi pengeluaran kartu kreditmu, tinggalkan kartu ini di rumah di lokasi yang sulit diakses sehingga kamu tidak dapat menggunakannya ketika nafsu untuk belanja muncul. Beberapa orang benar-benar bertekad setop menggunakan kartu kredit mereka dengan menghubungi call center bank agar mennonaktifkan kartu kredit mereka.

Mungkin perlu waktu berbulan-bulan kemudian saat kamu membutuhkannya lagi, tetapi tindakan drastis membantumu keluar dari utang dan mendapatkan kembali kebebasan finansial.

Jangan ketinggalan tips dan inspirasi bisnis, finansial, serta investasi dari Satu Tumbuh Seribu