Ini Strategi Menyulap Investasi Reksa Dana yang Rugi Menjadi Untung

89
investasi reksa dana

Setiap investasi pasti memiliki risiko masing-masing, termasuk reksa dana. Nilai investasi reksa dana pun tak luput dari risiko, seperti penurunan nilai pokok investasi. Jika itu terjadi, apa yang harus dilakukan?

Ada beberapa jenis reksa dana dengan tingkat risiko masing-masing. Seperti, reksa dana pasar uang, pendapatan tetap, saham, dan campuran. Setiap jenis reksa dana itu memiliki karakter masing-masing dari sisi risiko dan potensi keuntungan.

Reksa dana pasar uang memiliki risiko paling rendah, sedangkan saham menjadi yang tertinggi. Untuk itu, ada beberapa strategi yang bisa kamu gunakan jijka nilai investasimu turun

1. Menambah Investasi

investasi reksa dana

Salah satu pilihan yang bisa kamu ambil saat nilai investasimu turun adalah menambah jumlah investasi yang ada. Soalnya, tren penurunan berarti menjadi momentum untuk membeli karena ada potensi nilainya naik di masa mendatang.

Namun, strategi menambah investasi saat reksa dana minus bisa dilakukan jika kamu menargetkan investasi untuk jangka panjang.

Bisa dibilang dalam saham, strategi menambah investasi saat harganya turun biasa disebut average down. Namun, perlu diingat, kalau mau menurunkan harga rata-rata reksa dana yang dimiliki bakal tergantung seberapa besar modal yang dijadikan tambahan investasi.

BACA JUGA: Memilih Reksa Dana di Tengah Ketidakpastian Pasar

Jangan ketinggalan tips dan inspirasi bisnis, finansial, serta investasi dari Satu Tumbuh Seribu

Semakin besar modal yang dimiliki, berarti semakin cepat menurunkan harga rata-rata. Jadi, tingkat kerugian investasi bisa dikurangi, bahkan kembali menjadi positif.

Namun, jika modalnya jauh lebih kecil dari nilai pokok saat ini, penurunan rata-rata nilai reksa dana hanya sedikit. Artinya, kamu hanya bisa mengurangi sedikit dari total kerugian yanng sedang dialami.

2. Pindahkan ke Jenis Reksa Dana Lainnya

Memindahkan jenis reksa dana ke produk lainnya menjadi salah satu cara mengakali investasi reksa dana yang sedang minus. Namun, pilihan ini bisa diambil jika dana investasimu akan digunakan dalam waktu kurang dari setahun.

Misalkan, kamu sedang berinvestasi di reksa dana saham dengan portofolio yang rugi sekitar 5 persen. Dana yang lagi rugi itu harus dicairkan enam bulan ke depan.

Demi mengoptimalkan waktu yang tersisa, lebih baik investasi reksa dana saham dipindahkan ke produk yang berisiko lebih rendah seperti, pendapatan tetap atau pasar uang.

Namun, sebelum memindahkan produk, kamu juga harus mengecek terlebih dulu kinerja reksa dana yang dipilih ya. Jangan sampai niat memindahkan aset reksa dana untuk membuat tidak rugi lagi, ternyata malah bikin makin rugi.

3. Cut Loss

Pilihan terakhir yang harus dilakukan adalah melakukan cut loss atau mencairkan seluruh posisi investasi yang sedang rugi. Opsi ini bisa diambil saat ada risiko kerugian makin membesar jika tidak dicairkan saat ini.

Namun, perlu diingat juga, ada beberapa jenis reksa dana yang sifatnya untuk investasi jangka panjang. Misalnya, investasi reksa dana saham yang jangka waktu investasi idealnya minimal 5 tahun ke depan.

BACA JUGA: 10 Mindset Keuangan yang harus Kamu Kuasai

Jadi, saat investasi saham sedang rugi namun kamu baru menyimpan sebulan, mungkin opsi terbaik adalah menambah investasi ketimbang melakukan cut loss.

Untuk itu, kamu harus memastikan memilih investasi sesuai dengan profil risiko dan tujuan investasimu.

Selain itu, sebelum kamu mengutak-atik strategi reksa dana, kamu juga harus menelaah lebih lanjut karakter dan portofolio reksa dana yang kamu miliki.

Ada beberapa hal yang harus kamu perhatikan untuk memilih produk reksa dana:

1. Fund Fact Sheet

Fund Fact Sheet adalah ringkasan data portofolio dan kinerja produk reksa dana. Biasanya, Fund Fact Sheet diterbitkan sebulan sekali,

Di dalam Fund Fact Sheet ada data-data seperti kinerja dana kelolaan, harga reksa dana per unit, sampai 5 portofolio investasi paling besar.

2. Dana Kelolaan

Dana kelolaan wajib kamu perhatikan. Jika ada penurunan dana kelolaan yang cukup besar berarti ada sesuatu dengan reksa dana itu seperti masalah kepercayaan, atau ternyata komposisi pemilik reksa dana itu dikuasai institusi yang uangnya banyak. Jika institusi tersebut melikuidasi reksa dananya, tentulah dana kelolaan melorot tajam.

Namun, reksa dana kelolaan yang kecil belum tentu buruk karena manajer investasi akan lebih mudah mengelola dana yang kecil. Jika dana yang dikelola besar justru manuvernya lebih lambat.

BACA JUGA: Redam Risiko Saham Nyangkut Dengan Cara Ini

Meskipun begitu, tidak bisa dipungkiri reksa dana dengan dana kelolaan kecil berarti merupakan produk baru atau memang tidak mendapatkan kepercayaan masyarakat.

3. Koleksi 5 Portofolio Investasi Terbesar

investasi reksa dana

Kamu harus lihat juga 5 portofolio investasi terbesar dalam produk reksa dana tersebut yang bisa dilihat dalam Fund Fact Sheet. Itu bisa menjadikan gambaran prospek investasi ke depannya karena mayoritas dana kelolaan ditempatkan di 5 portofolio tersebut.

Kamu bisa melihat 5 portofolio investasi setiap bulannya untuk memastikan apakah ada perubahan komposisi atau tidak.

Itulah deretan cara mengatur investasi reksa danamu yang rugi agar bisa kembali positif. Juga hal -hal yang harus diperhatikan dalam investasi reksa dana agar tidak salah memilih produk.

Siap ya mengelola reksa danamu agar tetap untung?

Jangan ketinggalan tips dan inspirasi bisnis, finansial, serta investasi dari Satu Tumbuh Seribu