10 Investasi Jangka Pendek yang Menguntungkan Bagi Anak Muda

402
investasi jangka pendek

Investasi harus dimulai sedini mungkin. Tidak ada kata terlalu muda atau terlalu tua untuk mulai berinvestasi. Yang kamu butuhkan adalah keberanian untuk melakukannya. Sayangnya, banyak anak muda ragu untuk mulai berinvestasi karena mereka takut dengan berbagai risikonya.

Tenang saja, ada banyak juga lho investasi jangka pendek yang bisa jadi permulaan baik untuk kamu yang masih muda. Risiko investasi jangka pendek cenderung lebih kecil, jadi kamu juga bisa belajar sebelum mendalami dunia investasi lebih jauh lagi.

Apa saja sih? Yuk, simak daftar investasi jangka pendek buat kamu yang baru ingin memulainya.

1. Obligasi Ritel Negara (ORI)

Buat kamu yang tidak ingin investasi dengan risiko tinggi, ORI (Obligasi Ritel Negara) atau surat berharga yang dijual oleh negara adalah awal yang baik. Surat ini diterbitkan oleh pemerintah dengan imbalan hasil yang tetap.

Jika kamu membeli ORI, sama saja seperti kamu memberi pinjaman kepada pemerintah.  Tenor pinjaman sendiri biasanya 3 tahun dengan jumlah minimal Rp 1 juta. Namun jika dalam perjalanannya, kamu ingin menarik uang sebelum waktunya, biasanya pemerintah tidak mengenakan penalti, dengan syarat telah melewati masa holding period, setelah 1 (satu) kali pembayaran kupon.

2. Reksa Dana

Pilihan investasi jangka pendek lainnya untuk anak muda adalah reksa dana dengan jangka waktu 1 sampai 3 tahun. Jenis reksa dana yang cukup aman bagi pemula adalah reksa dana pendapatan tetap yang meliputi efek obligasi atau surat utang, bisa yang diterbitkan oleh negara atau oleh pihak swasta.

Modal yang dibutuhkan juga relatif rendah, mulai dari ratusan ribu saja. Namun kamu harus bisa mencari manajer investasi yang tepat supaya uang yang kamu investasikan bisa berkembang dan menghasilkan.

3. Emas Batangan

Mau investasi yang aman dan anti ribet? Emas batangan jawabannya. Emas adalah logam mulia yang harganya selalu naik secara stabil dari waktu ke waktu. Investasi ini cocok untuk kamu yang tidak mau menanggung risiko yang besar.

Jangan ketinggalan tips dan inspirasi bisnis, finansial, serta investasi dari Satu Tumbuh Seribu

Tapi jangan mengharapkan hasil yang besar juga ya karena harga emas mengikuti inflasi sementara angka inflasi di Indonesia saat ini cenderung turun dibandingkan periode 10 tahun atau 20 tahun lalu. Saat ini inflasi stabil di angka 4 persen. Selain inflasi, harga emas dipengaruhi nilai kurs dollar AS karena harga emas dinilai dalam mata uang negeri Paman Sam.

Kenaikan harga emas terjadi secara perlahan dan bisa terjadi dalam hitungan tahun juga. Meski tidak ada resiko dari segi harga, emas batangan berisiko hilang jika dicuri. Untungnya, kini menabung dan membeli emas semakin mudah karena bisa dilakukan secara online, jadi kamu tinggal rajin-rajin menabung saja ya!

Selain itu, emas juga bisa ditradingkan di bursa berjangka untuk lindung nilai. Salah satu perantara perdagangan emas online adalah Valbury Asia Futures.

Baca juga : Raih Cuan dari Trading Emas Online di Masa Pandemi

4. Properti

investasi jangka pendek

Jangan anggap anak muda tidak bisa membeli properti lho. Asalkan kamu punya tekad, kemauan, dan bisa menemukan properti yang tepat, kamu bisa punya rumah sendiri di waktu muda. Tinggal sesuaikan saja lokasi properti dengan kemampuan finansial kamu.

Jika kamu merasa harga properti di kota besar kelewat mahal, beli saja rumah yang ada di kawasan pinggiran atau kota kecil. Tidak perlu khawatir, harga properti selalu naik dari tahun ke tahun kok. Kamu juga bisa memanfaatkan program subsidi dari pemerintah untuk mendapatkan properti pertamamu sebagai investasi.

Baca Juga: Beli Rumah dengan DP 0% Apakah Layak Dipertimbangkan?

5. P2P Lending

Peer-to-peer lending atau P2P Lending menjadi alat investasi jangka pendek selanjutnya yang menjanjikan return cepat. Apabila kamu punya dana lebih, kamu bisa menjadi kreditur atau pemberi pinjaman di salah satu situs P2P Lending yang ada.

Kamu bisa memperoleh keuntungan dalam waktu yang relatif singkat, karena setiap bulan si peminjam akan mengangsur pembayaran utangnya. Selisih pengembalian juga cukup tinggi, sekitar 15 sampai 30 persen dari jumlah dana yang dipinjamkan. Namun perlu kamu tahu metode ini risikonya cukup tinggi karena tidak ada jaminan yang dilibatkan.

6. Forex Trading

Trading forex (foreign exchange) atau jual beli mata uang asing menjadi salah satu cara investasi yang sedang populer saat ini, karena keuntungan yang bisa didapatkan cukup tinggi. Tapi ingat ya, dalam investasi berlaku high risk high return. Itu artinya, forex trading ini mengandung risiko yang cukup tinggi.

Cara bertransaksi forex sebenarnya cukup mudah, kamu tinggal membeli sejumlah mata uang asing dengan harapan mendapatkan keuntungan. Sebagai pemula, kamu bisa mengambil mata uang yang stabil seperti euro, poundsterling, dan dolar AS. Sebaiknya kamu juga belajar dari institusi yang berpengalaman dalam dunia forex trading, seperti Valbury Asia Futures, karena risikonya yang besar.

Baca Juga: Tingkatkan Financial Health untuk Masa Depan yang Lebih Baik dengan ke-7 Cara Ini

7. Saham

investasi jangka pendek

Dari sekian banyak investasi yang ada, tidak bisa dipungkiri bahwa investasi saham termasuk yang paling menguntungkan. Tetapi tentu saja sejalan dengan resiko tinggi yang harus ditanggung oleh sang investor.

Meskipun demikian, sebaiknya tidak serta merta menyurutkan niatmu untuk belajar investasi di dunia saham ya. Apalagi kalau kamu ingin punya banyak uang, kamu harus belajar investasi saham mulai sekarang.

Namun yang perlu kamu tahu, modal untuk memulai investasi saham kadang tidak sedikit lho. Apalagi jika kamu ingin membeli saham perusahaan yang relatif “stabil” harganya untuk mencegah resiko kerugian yang terlalu tinggi.

8. Deposito Berjangka

Deposito berjangka menjadi pilihan investasi jangka pendek yang relatif aman untuk kamu yang masih muda. Dengan cara ini, uangmu akan tetap aman karena dijamin oleh Lembaga Penjamin Simpanan (LPS). Tidak seperti investasi kebanyakan, uang pokokmu tidak akan berkurang dengan deposito berjangka. Namun kamu juga harus tahu bahwa dibutuhkan waktu bertahun-tahun untuk merasakan keuntungannya.

9. Unit Link

Sudah tahu tentang unit link? Ini adalah asuransi jiwa yang bisa memberikan kamu pilihan beberapa jenis investasi untuk dilakukan. Misalnya kamu ingin mencoba investasi saham lalu tidak berhasil, kamu bisa beralih ke instrumen yang lain tanpa perlu membayar biaya tambahan.

10. Investasi Pendidikan

Terakhir adalah investasi untuk pendidikan atau keahlian. Keuntungan yang didapatkan tentu saja tidak berbentuk uang atau materi, namun “modal” yang bisa kamu gunakan untuk mencari pekerjaan yang mapan dan menghasilkan banyak uang pada gilirannya. Misalnya saja kamu berinvestasi untuk melanjutkan pendidikan di luar negeri atau mengikuti kursus keahlian yang baru.

Baca Juga: 10 Mindset Finansial yang Harus Kamu Miliki Untuk Keuangan Lebih Sehat

Itulah berbagai jenis investasi jangka pendek yang bisa kamu mulai di usia muda. Jangan ragu untuk memulai investasi sekarang juga, karena semakin muda kamu memulai investasi, maka semakin panjang pula waktu yang kamu miliki untuk menuai hasilnya.

Hanya saja, jika kamu masih belum punya banyak pengalaman, memulai dari investasi jangka pendek juga bukan langkah yang salah kok! Apapun itu, pastikan kamu memulai investasi hari ini juga!

Jangan ketinggalan tips dan inspirasi bisnis, finansial, serta investasi dari Satu Tumbuh Seribu