Newbie di Pasar Saham, Bagaimana Menilai Harga Saham dan Kapan Harus Beli atau Jual?

231
trading saham, investasi saham

Hi Valbury, perkenalkan saya Arita Purnamawati. Saya baru saja membuka rekening saham untuk pertama kali. Saya membaca mengenai metode penilaian saham yaitu analisis fundamental dan teknikal sebagai pertimbangan sebelum membeli saham atau menjual saham. Saya masih awam mengenai hal ini sehingga ada beberapa pertanyaan:

  1. Apakah itu analisis fundamental?

  2. Apa pula yang dimaksud analisis teknikal?

  3. Bagaimana kita menyikapi rumor-rumor di pasar? Apakah kita bisa langsung percaya rumor lalu mengeksekusi langsung dengan membeli dan menjual?

  4. Kapan kita menggunakan analisis fundamental dan kapan pula waktu pas untuk menggunakan analisis teknikal?

  5. Saya baca analisis fundamental dibagi dua metode top down dan bottom up. Apa yang dimaksud dengan itu?

  6. Apakah analisis teknikal bisa digunakan untuk menghindari saham-saham gorengan?

  7. Dimana saya bisa mempelajari lebih jauh analisis fundamental dan teknikal? Berapa biayanya?

 

Jawaban:

Analisis fundamental merupakan pendekatan untuk menilai harga saham dengan melihat nilai ekonomi dan keuangan suatu perusahaan. Dari situ akan ditarik kesimpulan mengenai kondisi kesehatan keuangan dari perusahaan tersebut. Yang diperhitungkan adalah pendapatan, pertumbuhan masa depan, laba atas ekuitas, margin keuntungan, dan data lainnya.

Baca juga: Nasib Bandarmologi Bakal Tamat, Ini Dia 2 Alternatif Lain Cara Analisis Saham

Semua hal ini bisa didapatkan dengan mengakses Laporan Keuangan emiten yang dipublikasikan di keterbukaan Bursa Efek Indonesia (BEI) www.idx.co.id. Analisis fundamental cocok bagi mereka yang ingin berinvestasi dalam jangka panjang karena melihat dari prospek perusahaan dan memerlukan waktu yang tidak singkat untuk dicapai.

Dalam analisis fundamental dikenal istilah Top Down, yaitu analisis yang dimulai dari sisi makroekonomi ke sisi mikroekonomi. Dalam makroekonomi, seorang analis atau trader melihat kondisi ekonomi global terlebih dahulu, kemudian kondisi makroekonomi dalam negri, lalu ke bawah lagi adalah prospek pertumbuhan sektor, dan terakhir adalah kondisi fundamental perusahaan.

Sebaliknya, pendekatan Bottom Up dimulai dari sisi mikroekonomi hingga makroekonomi, dimulai dari kondisi perusahaan, lalu membandingkannya dengan kondisi fundamental perusahaan lain di sektor yang sama, kemudian naik lagi ke analisis sektoral dalam negeri hingga kondisi ekonomi global.

Sedangkan analisis teknikal saham, dalam definisi yang sederhana, adalah teknik analisis yang digunakan untuk mengamati pola-pola (Charting) seperti data pasar, harga saham, pergerakan indeks saham dan volume transaksi saham. Dari pola yang terbentuk ini bisa ditentukan kapan trader atau investor bisa melakukan pembelian saham.

Jangan ketinggalan tips dan inspirasi bisnis, finansial, serta investasi dari Satu Tumbuh Seribu

Baca juga: Cara mengelola uang THR di tengah larangan mudik Lebaran 2021

Karena bertujuan menentukan sikap membeli atau tidak, maka sifat analisis ini bersifat jangka pendek. Dalam menerapkan analisis teknikal saham ini ada beberapa asumsi yang akan digunakan untuk mengetahui pergerakan saham. Berikut beberapa asumsi tersebut:

1. Data pasar

trading saham, investasi saham

Data pasar dalam analisis teknikal saham ini yaitu semua informasi yang didapat dari segala transaksi yang ada di BEI. Data pasar sendiri yang digunakan antara lain harga saham dan volume transaksi. Pada harga saham yang dilihat adalah tren pergerakan harga saham sebuah emiten dalam jangka waktu tertentu. Pergerakan harga saham ini sendiri bisa dipengaruhi oleh posisi demand dan supply yang ada di pasar. Sementara yang diperhatikan dalam volume transaksi adalah berapa jumlah lembar saham pada harga tertentu dan pada hari tertentu.

2. Tren Asumsi

trading saham, investasi saham

Menurut asumsi ini pergerakan harga saham ini punya pola atau tren tersendiri yang berlangsung dalam satu rentang waktu sampai akhirnya berbalik arah. Arah tren dari pergerakan saham ini sendiri ada tiga jenis yaitu tren naik, tren turun serta tren sideways (tidak naik dan tidak turun karena masih mencari pergerakan harga baru). Dengan mengetahui tren pergerakan saham ini maka trader bisa membuat keputusan terbaik dengan melakukan buy (beli), sell (jual), atau wait and see (tunggu).

Baca juga: Memaksimalkan Investasi Reksa Dana Saham

Yang menarik adalah analisis teknikal dapat digunakan untuk menghindari saham gorengan yang akan merugikan investor. Dalam analisis teknikal kita menggunakan data-data sebelumnya (historis) mulai dari data pasar dan tren serta berdasarkan histori juga. Dengan menggunakan indikator ini sehingga dapat terbentuk pola. Dari sini kita akan mengetahui suatu saham layak dibeli atau tidak pada harga tersebut karena kalau tiba-tiba polanya berubah tentu akan menimbulkan tanda tanya.

Pada dasarnya, baik analisis fundamental maupun analisis teknikal ini dapat digunakan kapan saja. Hanya saja, dukungan tujuan dari investor yang dapat menunjukan investor cocok menggunakan teknikal atau fundamental, Investasi jangka panjang (long term) cocok dan disarankan menggunakan analisis fundamental sedangkan Investasi yang tergolong pendek (short term) disarankan menggunakan analisis teknikal.

Hal ini berbeda dengan trader yang mendasarkan keputusan membeli atau menjual berdasarkan rumor atau berita beredar tentang perusahaan yang sahamnya tercatat di bursa atau rumor mengenai kebijakan pemerintah. Rumor tidak dapat dijadikan satu-satunya alasan kita membeli atau menjual saham tapi rumor dapat dijadikan salah satu faktor pendukung untuk kita membeli atau menjual saham dengan didukung dengan analisis teknikal dan fundamental.

Saat ini kita dapat dengan mudah mencari informasi di internet mengenai lembaga pembelajaran analisis teknikal maupun fundamental ini. Kamu juga bisa mendapatkannya dengan membuka akun di Valbury Sekuritas Indonesia. Valbury menyediakan seminar dan kelas edukasi secara rutin, informasi pasar terkini serta saran/rekomendasi setiap harinya dengan didukung tim riset yang handal.

Jangan ketinggalan tips dan inspirasi bisnis, finansial, serta investasi dari Satu Tumbuh Seribu