Saving Bond Ritel Edisi 10 Segera Terbit, Yuk Pahami Sebelum Membeli

505
investasi SBR

Semua pakar keuangan dari seluruh penjuru dunia sepakat, investasi adalah hal penting untuk menyambut masa depan yang lebih baik. Investasi merupakan strategi mempermudah menyiapkan dana untuk membiayai kebutuhan finansial di masa yang akan datang.

Ada banyak portofolio investasi yang bisa digunakan untuk menciptakan kemandirian finansial. Ada investasi di saham, reksa dana, obligasi, logam mulia, uang kripto, deposito, dll.

investasi SBR

Khusus investasi di obligasi, sebentar lagi akan ada tawaran untuk investor menanamkan duit, yakni saving bond ritel (SBR). SBR merupakan surat berharga negara (SBN) ritel yang ditujukan khusus untuk investor dalam negeri.

Baca juga: Savings Bond Ritel, Investasi Pemula dengan Imbal Hasil Menarik

SBR bukan barang baru karena penerbitan kali ini adalah yang ke-10 sehingga seri SBN tersebut bernama SBR 010. Pemerintah melalui Kementerian Keuangan berencana membuka penawaran investasi di SBR 010 mulai 21 Juni 2021. Namun, sebelum kamu berinvestasi di SBR 010, mari kita berkenalan dengan produk ini lebih lanjut.

Istilah penting dalam SBR

investasi SBR

  • Kupon/bunga

Kupon atau bunga adalah imbalan yang diterima investor surat utang SBR. Kupon SBR dihitung dalam persentase terhadap jumlah pokok utang dan waktu setahun. Namun, pembayaran kupon bisa dilakukan secara periodik, yakni sebulan sekali.

Jangan ketinggalan tips dan inspirasi bisnis, finansial, serta investasi dari Satu Tumbuh Seribu

  • Jatuh Tempo

Jatuh tempo adalah masa berlaku surat utang SBR. Pemerintah akan mengembalikan seluruh dana pokok investor yang diinvestasikan di SBR setelah jatuh tempo. Jatuh tempo SBR biasanya 2 tahun sejak pencatatan.

  • Karakteristik SBR

SBR adalah salah satu surat utang yang ditujukan untuk investor ritel. Surat utang lain yang diterbitkan pemerintah di pasar ritel antara lain Obligasi Ritel Indonesia (ORI), Sukuk Tabungan, dan Sukuk Ritel Indonesia (Sukri). Namun, SBR memiliki karakteristik tersendiri yang membedakan dengan jenis surat utang ritel lainnya. Berikut beberapa karakteristik dari SBR yang perlu dipahami oleh investor baru:

  • Khusus untuk individu WNI

Kementerian Keuangan mengeluarkan surat utang SBR sebagai alternatif sumber pembiayaan belanja negara. Selain itu, surat utang SBR juga sebagai instrumen investasi khusus bagi masyarakat dalam negeri, khususnya Warga Negara Indonesia (WNI). Dengan demikian, surat utang SBR tidak dapat menjadi instrumen investasi oleh warga negara asing baik individu maupun badan hukum atau usaha.

Baca juga: Tren Suku Bunga Rendah, Investasi di SBN Ritel masih Menarik?

Pemerintah sengaja menjadikan masyarakat Indonesia sebagai pembeli surat utang SBR karena sekaligus untuk memperluas basis investor dalam negeri. Selain itu, peningkatan jumlah investor domestik juga untuk mendukung stabilitas pasar uang domestik dan mewujudkan kemandirian pembiayaan pembangunan serta mendorong terwujudnya masyarakat yang berorientasi pada investasi berjangka menengah dan panjang.

  • Nilai investasi terjangkau

Nilai investasi surat utang SBR sangatlah terjangkau. Batas minimal investasi di SBR sebesar Rp 1 juta dan maksimal sebesar Rp 3 miliar. Dengan dana Rp 1 juta, setiap warga negara Indonesia sudah bisa mulai berinvestasi dengan aman dan pastinya ikut andil dalam pembiayaan kegiatan pemerintah yang produktif.

Untuk menawarkan surat utang SBR, Kementerian Keuangan sudah bekerja sama dengan beberapa lembaga keuangan, baik bank dan non-bank sebagai mitra distribusi. Bank yang menjadi mitra distribusi SBR selama ini antara lain Bank Mandiri, BTN, BNI, BRI, Permata Bank, dan BCA. Sementara lembaga non-bank mencakup Bareksa, Investree, Modalku, dan Trimegah.

  • Tidak dapat diperjual-belikan

Biasanya, surat utang negara bisa diperjual-belikan di pasar sekunder. Namun khusus surat utang SBR tidak dapat dipindahtangankan kepada pihak lain atau diperjualbelikan di pasar sekunder. Setiap investor memiliki hak penuh atas investasinya dalam bentuk SBR selama 2 (dua) tahun. Dengan demikian, investor bisa mencairkan dana investasinya setelah masa jatuh tempo atau setelah 2 tahun.

Namun, investor juga berkesempatan mencairkan dana investasi di SBR lebih awal karena ada fasilitas early redemption. Dengan early redemption, investor dapat mengajukan pelunasan maksimal nilainya 50 persen dari seluruh dana investasi di SBR. Namun fasilitas ini memiliki syarat khusus, yakni hanya dapat dirasakan oleh investor yang nilai investasi di surat utang SBR minimal Rp 2 juta di setiap mitra distribusi.

  • Sistem bunga mengambang dengan kupon minimal

SBR adalah obligasi yang istimewa dibandingkan surat utang lain. Surat utang SBR memiliki risiko rendah tapi dengan kupon yang lumayan besar. Surat utang SBR juga menggunakan sistem kupon mengambang dengan kupon minimal yang mengacu pada suku bunga Bank Indonesia 7 DRRR (Days Reverse Repo Rate). Artinya, surat utang SBR memiliki tingkat bunga minimal yang sudah ditentukan pada level tertentu dan akan mengalami perubahan setiap 3 (tiga) bulan sekali sesuai dengan kenaikan BI 7DRR.

Baca juga: Jenis Surat Utang Negara yang Wajib Kamu Tahu

Selain mengambang, sifat kupon surat utang SBR juga minimal. Artinya, tingkat kupon pertama yang ditetapkan akan menjadi kupon atau tingkat bunga minimal yang berlaku hingga masa jatuh tempo tiba. Jika pada waktu penyesuaian, BI 7DRRR mengalami kenaikan maka nilai kupon SBR juga akan naik. Namun, apabila BI 7DRRR menurun, maka pada periode penyesuaian yang sedang berjalan, nilai kupon yang telah ditetapkan akan menjadi nilai minimal.

Keuntungan investasi di SBR

  1. Kupon selalu lebih besar dibandingkan deposito
  2. Dijamin oleh negara, sehingga tingkat gagal bayarnya sangat kecil
  3. Berkontribusi untuk pembangunan negeri.
  4. Terdapat fasilitas early redemption.
  5. Nilai investasi mulai dari Rp1 juta.
  6. Kupon bisa meningkat karena ada fasilitas kupon mengambang
  7. Investasi mudah dilakukan karena berlangsung secara online.

Persyaratan investasi di SBR

Syarat berinvestasi di SBR ternyata mudah lho. Kamu siapkan KTP, NPWP dan dana yang dibutuhkan dan terakhir tentunya mengisi formulir di agen penjual atau mitra distribusi (MiDis).

Cara berinvestasi di SBR

Setelah menyiapkan dokumen persyaratan, berikut langkah-langkah untuk investasi di SBR:

1. Registrasi/pendaftaran melalui mitra distribusi terdaftar

Proses pendaftaran Calon Investor melalui Sistem Elektronik yang disediakan oleh mitra distribusi, dengan menginput data-data antara lain, data diri, nomor SID (Single Investor Identification), nomor Rekening Dana dan nomor Rekening Surat Berharga. Bagi Calon Investor yang belum memiliki nomor SID, rekening dana, dan/atau rekening surat berharga, dapat menghubungi MiDis.

2. Pemesanan

Setelah registrasi berhasil, calon investor melakukan pemesanan SBR dengan sebelumnya membaca ketentuan dalam Memorandum Informasi. Pemesanan hanya dapat dilakukan pada saat masa penawaran SBR dibuka.

3. Pembayaran

Setelah pemesanan diverifikasi (verified order), calon investor mendapatkan kode pembayaran (billing code) melalui email/sms sesuai kebijakan masing-masing mitra distribusi. Kode pembayaran digunakan untuk penyetoran dana investasi melalui Bank Persepsi (teller, ATM, internet banking, mobile banking) dalam batas waktu yang ditentukan.

4. Konfirmasi/Setelmen

Setelah pembayaran, calon investor akan memperoleh NTPN (Nomor Transaksi Penerimaan Negara) dan notifikasi completed order serta akan memperoleh alokasi SBR pada tanggal setelmen/penerbitan

Cukup mudah bukan cara berinvestasi di SBR? Ayuk segera daftar ya biar danamu lekas berkembang.

Jangan ketinggalan tips dan inspirasi bisnis, finansial, serta investasi dari Satu Tumbuh Seribu