Marak Pencurian Data, Simak Tips Melindungi Dana Investasi dari Cyber Crime

81
pencurian data, investasi digital

Sudah terbukti, perkembangan internet dan kemajuan teknologi informasi memberi banyak keuntungan bagi manusia. Namun sebaliknya, sisi negatif juga menjadi risiko yang harus diwaspadai, yakni pencurian data pribadi yang semakin mudah.

Seperti yang belakangan sering terjadi, data pribadi jutaan masyarakat Indonesia yang terekam di BPJS Kesehatan diperjual-belikan oleh hacker secara ilegal di internet. Data tersebut antara lain berupa nomor induk kependudukan (NIK), nomor kartu keluarga (KK) nomor handphone, alamat rumah, alamat e-mail, gaji, dll. Sebelumnya, data konsumen Indonesia yang tersimpan di e-commerce tertentu juga diperdagangkan secara ilegal di dunia maya.

Padahal, data pribadi merupakan hal penting yang berkaitan dengan banyak hal. Bukan hanya alamat rumah, saat ini data pribadi juga bisa menyangkut simpanan di bank, uang di dompet digital, kartu kredit, hingga dana investasi di berbagai portofolio. Akibatnya, kebocoran data pribadi di dunia maya bisa membahayakan dana investasi.

Baca juga: 6 Ciri Broker Ilegal yang Harus Kamu Tahu

Kasus pembobolan dana nasabah di perbankan telah banyak terjadi. Kerugian dana nasabah yang hilang tidak hanya jutaan rupiah, tapi ada juga yang mencapai miliaran rupiah. Lalu, bagaimana cara melindungi dana investasi dari kejahatan dunia maya atau cyber crime?

Mengenal data pribadi

pencurian data, investasi digital

Sebelum memahami cara melindungi dana investasi dari kejahatan online, kamu perlu tahu lebih dahulu tentang data pribadi dan cara kejahatan online terjadi atau modus operasinya.

Sesuai Peraturan Menteri Komunikasi dan Informatika Nomor 20 Tahun 2016 tentang Perlindungan Data Pribadi Dalam Sistem Elektronik, data pribadi adalah data perseorangan tertentu yang disimpan, dirawat, dan dijaga kebenaran serta dilindungi kerahasiaannya. Data pribadi tidak boleh disebarluaskan tanpa izin si pemilik.

Jangan ketinggalan tips dan inspirasi bisnis, finansial, serta investasi dari Satu Tumbuh Seribu

Dalam industri keuangan dan investasi, data-data yang sifatnya pribadi dan perlu dijaga kerahasiaannya meliputi:

  • User ID dan password
  • PIN ATM, kode verifikasi, kode respon / One Time Password (OTP)
  • Nomor kartu kredit dan Card Verification Value (CVV / 3 digit nomor di belakang kartu)
  • Data identitas diri seperti NIK, SIM, NPWP, Paspor dll
  • Data informasi pribadi seperti alamat rumah, nama ibu kandung, tanggal lahir, tanggal expired kartu kredit/kartu debit maupun paspor

Ragam kejahatan online

pencurian data, investasi digital

Ungkapan lama mengatakan, kejahatan bisa terjadi karena ada kesempatan dan niat. Bentuk kejahatan online sangat beragam, namun yang banyak terjadi antara lain:

  • Card Skimming

Card skimming adalah kejahatan pencurian data kartu ATM/debit dengan cara menyalin informasi data pribadi yang terdapat pada strip magnetis. Strip magnetis adalah garis lebar hitam yang ada di kartu ATM untuk menyimpan seluruh informasi data pribadi seperti nomor kartu, masa berlaku, nama nasabah dll.

Baca juga: Kenali 6 Jebakan Emosi Penipuan Investasi

Kejahatan card skimming bisa terjadi tanpa disadari oleh pemilik kartu. Karena kejahatan ini bisa menggunakan alat pembaca kartu (card skimmer) yang ditempatkan pada slot kartu di mesin ATM/debit atau bahkan mesin Electronic Data Capture (EDC) saat berbelanja menggunakan kartu debit atau kredit.

Bersamaan itu, pelaku kejahatan juga bisa mendapatkan PIN kartu ATM dengan mengintip atau merekam melalui kamera tersembunyi. Setelah semua data didapatkan, pelaku kejahatan akan membuat kartu palsu yang bisa digunakan untuk bertransaksi, termasuk menarik seluruh uang tabungan yang tersimpan.

  • Carding

Carding adalah kejahatan online yang dilakukan melalui aktivitas belanja di e-commerce dengan menggunakan data kartu debit atau kredit yang diperoleh secara ilegal. Kejahatan carding lebih mudah dilakukan sebab tidak membutuhkan kartu fisik dan hanya mengandalkan data dari kartu debit/kredit yang ingin disasar. Kejahatan carding menyebabkan konsumen harus menanggung biaya pembelanjaan yang dilakukan oleh orang lain.

Pelaku kejahatan carding bisa mendapatkan data-data kartu debit atau kredit melalui marketing palsu, merchant palsu, pencatatan data-data sensitif oleh oknum pada merchant, ataupun dari kartu hilang. Data yang diincar pelaku kejahatan mulai dari nomor kartu, tanggal expired, masa berlaku, CCV, limit kartu dan informasi lainnya.

  • Phishing

Phishing adalah modus kejahatan online untuk mendapatkan data pribadi dengan cara mengirimkan pesan penting palsu, dapat berupa email, website, atau komunikasi elektronik lainnya. Dalam modus ini, pelaku kejahatan biasanya menyamar menjadi pihak yang berwenang atau lembaga resmi untuk mencuri data konsumen.

Modus kejahatan ini sering mengincar nasabah pemula atau yang tidak teliti. Nasabah akan menganggap email dari pelaku kejahatan itu sebagai surat resmi sehingga tanpa sadar telah memberikan data-data pribadinya.

Baca juga: Kiat Belanja Online Aman agar Terhindar Penipuan

  • Hacking

Hacking adalah modus kejahatan online dengan cara mengakses sistem komputer secara ilegal, sehingga bisa mengambil data-data penting. Data kemudian diperjual-belikan dan dimanfaatkan oleh pihak lain untuk kepentingan tertentu. Hacking mengincar sistem komputer perusahaan / lembaga penting yang memiliki sistem keamanan lemah.

Cara melindungi investasi dari kejahatan online

Kejahatan online bisa terjadi darimana saja dan kapan saja. Oleh karena itu, untuk melindungi dana investasi dari kejahatan online, juga harus dilakukan dengan banyak cara, yakni:

  • Memilih perusahaan investasi resmi dan memiliki sistem keamanan memadai

Banyak perusahaan abal-abal yang menawarkan investasi ilegal secara digital dengan iming-iming imbal hasil besar. Ujung-ujungnya, dana investasi bukannya berkembang, tapi malah hilang dibawa kabur. Oleh karena itu, pastikan kamu menaruh dana investasi di perusahaan investasi yang terdaftar di Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Pastikan juga perusahaan tersebut memiliki sistem keamanan yang memadai untuk mencegah ulah hacker.

  • Jangan pernah membagikan informasi pribadi

Data PIN, nomor kartu, password, CVV, masa berlaku kartu, nama user log in dll harus dijaga kerahasiaannya, jangan diberitahukan ke orang lain, termasuk pegawai bank. Gunakan kombinasi huruf kapital dan kecil, diselingi angka angka tertentu. Jangan menggunakan password dengan tanggal lahir, atau angka berurutan seperti 1234, yang mudah diingat.

  1. Menambahkan password atau face ID untuk membuka Hp.
  2. Membuat pengamanan ganda seperti penggunaan kode OTP (One Time Password) yang dikirim melalui SMS
  • Melaporkan transaksi mencurigakan

Cermati setiap laporan transaksi keuangan yang disampaikan melalui SMS atau email. Jika kamu merasa tidak melakukan transaksi tersebut, segera lapor ke call center bank atau perusahaan investasi terkait. Jika telah terjadi kehilangan dana investasi, segera lapor ke kepolisian dan OJK melalui call center di 157 atau e-mail: konsumen@ojk.go.id. Di OJK sudah ada Satgas Waspada Investasi Ilegal untuk mencegah perusahaan investasi bodong menipu masyarakat.

Jangan ketinggalan tips dan inspirasi bisnis, finansial, serta investasi dari Satu Tumbuh Seribu