Utang Konsumtif vs Utang Produktif, Mana yang Kamu Pilih?

188
Utang, Konsumtif

Mengelola keuangan berarti bagaimana kita mengatur pemasukan dan juga pengeluaran agar bisa seimbang bahkan berlebih dari sisi pemasukan agar kita memiliki cadangan dana. Namun terkadang kita kekurangan dana untuk memenuhi kebutuhan hidup sehingga mengharuskan kita untuk berutang.

Utang merupakan uang yang dimiliki pihak lain yang kita gunakan untuk memenuhi kebutuhan, keinginan, atau tujuan keuangan. Karena itu, di situ ada kewajiban dari kita untuk mengembalikannya pada waktu yang ditentukan.

Baca juga: Segera Tutup Kartu Kredit Jika Menemukan Hal-hal Berikut Ini

Sebelum membahas jenis jenis utang, kita akan membahas alasan seseorang berutang:

1. Mengatasi masalah keuangan

Kamu punya penghasilan dari gaji sebagai karyawan namun ternyata pengeluaranmu lebih besar alias lebih besar pasak daripada tiang. Gaji kamu pas-pasan, tapi belanja ini dan itu, tidak terkontrol sehingga tanpa disadari pengeluaran membengkak. Karena tidak punya penghasilan tambahan, akhirnya mencari jalan pintas dengan utang.

2. Tidak punya tabungan

Di sini orang akan sadar betapa pentingnya tabungan. Seseorang yang berutang bisa dipastikan dia tidak memiliki tabungan atau tabungannya tidak cukup untuk membeli sesuatu atau memenuhi sebuah tujuan keuangan. Karena tak punya simpanan uang, berutang dianggap cara tepat untuk mendapatkan dana segar dan instan.

3. Lebih senang membeli sesuatu dengan kredit

Pernahkah kamu memperhatikan teman, saudara atau tetangga yang hobinya membeli sesuatu dengan kredit. Membeli baju, gadget, TV, kulkas dan barang elektronik lainnya serba kredit. Pengeluaran-pengeluaran tersebut sebetulnya dapat dibeli dari gaji ataupun uang tabungan. Namun karena sudah keranjingan kredit sana sini, maka kebiasaan ini susah dilepaskan. Akhirnya, setiap bulan harus mencicil barang kreditan yang jumlahnya bisa lebih dari satu barang.

Setidaknya ada dua jenis utang yang harus kamu ketahui sebelum memutuskan untuk berutang, yaitu utang konsumtif dan produktif. Apa perbedaan kedua jenis utang itu?

Jangan ketinggalan tips dan inspirasi bisnis, finansial, serta investasi dari Satu Tumbuh Seribu

Baca juga: Banyak Keuntungan Gunakan Jasa Pinjol, Kenali Perbedaan Fintech Legal dan Ilegal

Berikut perbedaan antara utang konsumtif dan utang produktif yang harus kamu ketahui.

Utang Konsumtif

Utang konsumtif adalah utang yang dipergunakan untuk membeli barang yang dikonsumsi atau digunakan, di mana suatu saat nilainya akan turun dan biasanya bunganya tinggi.

Karena dua sifat yang negatif dan kontraproduktif ini, bunga tinggi dan nilainya turun, maka sebaiknya kamu menghindari utang jenis ini. Contoh utang konsumtif ini adalah kartu kredit, pinjaman online, dan Kredit Tanpa Agunan (KTA).

Memang dari segi memperoleh dana, utang konsumtif merupakan cara paling mudah dan cepat. Contohnya adalah utang menggunakan kartu kredit. Dengan kemudahan akses karena adanya mesin EDC di banyak toko, minimarket, dan supermarket, kita gampang sekali berutang konsumtif dengan kartu kredit ini. Tinggal gesek, barang yang kamu inginkan langsung di tangan. Atau misalnya butuh uang tunai, tinggal gesek, langsung kamu pegang uang tunai.

Apalagi pinjaman online yang sedang marak belakangan ini. Hanya dengan menggunakan KTP dan syarat lain yaitu kamu punya pekerjaan atau penghasilan stabil, dana pinjaman langsung ditransfer dalam hitungan 5 menit ke rekening kamu. Tidak perlu proses BI Checking atau survei oleh pihak kreditor kamu langsung dapat uang pinjaman.

Namun jangan ditanya besaran bunganya, karena bunganya tinggi. Ada yang mengenakan bunga hingga 24 persen dalam sebulan, sesuai ketentuan OJK yang menetapkan batas bunga tertinggi 0,8 persen per hari. Selain itu privasi kamu akan terganggu saat kamu menunggak karena pinjol akan menghubungi teman atau saudaramu untuk memberitahu kamu telah menunggak utang pinjol.

Baca juga: Apa Mungkin Kebiasaan Berutang Dihilangkan?

Utang Produktif

Selain utang konsumtif ada utang yang bersifat produktif. Mengapa disebut produktif karena utang ini digunakan untuk menghasilkan pemasukan atau digunakan untuk meningkatkan kekayaan. Contohnya Kredit Kendaraan Bermotor (KKB), Kredit Usaha Rakyat (KUR), Kredit Pemilikan Rumah (KPR) dan lain-lain.

Walau KKB bisa masuk dalam utang konsumtif namun jika kendaraan yang kita cicil ini digunakan untuk usaha, seperti usaha pengiriman barang atau untuk transportasi online bisa masuk dalam utang produktif karena dari penggunaan kendaraan ini si peminjam akan mendapatkan pemasukan.

Selain itu, bentuk utang produktif lainnya adalah membeli aset berkembang seperti rumah. Nilai rumah dan tanah akan terus meningkat dari tahun ke tahun sehingga akan meningkatkan nilai kekayaan di masa depan.

Mungkin selama masa cicilan, kamu kewalahan dengan pengeluaran untuk mencicil rumah namun saat sudah lunas kamu akan merasakan nikmatnya memiliki rumah sendiri daripada mengontrak terus.

Agar cicilan KPR ringan dan cepat lunas, saat kamu punya uang berlebih, kamu bisa mengurangi pokok pinjaman KPR dengan melebihi pembayaran cicilan. Biasanya bank mensyaratkan minimal 4 kali nilai cicilan bulanan untuk mengurangi pokok pinjaman ini.

Nah, setelah tahu jenis jenis utang ini, mana kira kira yang akan kamu pilih? Pilihan ada di kita, mau untung atau malah buntung.

Jangan ketinggalan tips dan inspirasi bisnis, finansial, serta investasi dari Satu Tumbuh Seribu