Beli atau Jual Saham, Kuasai Dahulu Analisis Teknikal dan Fundamental

301
analisis fundamental & teknikal
stock exchange charts

Banyak pemula yang bingung cara memulai investasi maupun trading saham. Soalnya, mereka dituntut untuk menguasai analisis teknikal maupun fundamental. Banyak yang bingung bagaimana membaca chart untuk analisis teknikal maupun menghitung dan menilai fundamental sebuah saham. Memang apa bedanya analisis teknikal dan fundamental?

Banyak yang akan mengira lebih mudah melakukan analisis fundamental ketimbang teknikal. Soalnya, banyak istilah-istilah yang rumit dalam analisis teknikal. Padahal, sebagai pemula maupun yang ingin jadi trader harusnya memahami analisis teknikal dulu baru fundamental.

Soalnya, jika sudah memahami analisis teknikal, berarti kamu akan memahami bagaimana pola pasar saham bekerja. Memang apa sih analisis teknikal tersebut?

Baca juga: Newbie di Pasar Saham, Bagaimana Menilai Harga Saham dan Kapan Harus Beli atau Jual?

Analisis Teknikal

analisis fundamental & teknikal

Analisis teknikal adalah cara menganalisis suatu saham dengan melihat harga dan volume transaksi secara historis. Analisis teknikal digunakan karena pola harga saham itu memiliki siklus yang sama dengan kejadian di masa lampau.

Artinya, dengan cukup melihat harga dan volume transaksi secara historis, trader bisa memperkirakan bagaimana prospek sebuah saham dari sisi harga. Namun, bukan memberikan prediksi yang langsung tepat, tapi membaca potensi pergerakan arah grafik. Hasilnya pun belum tentu tepat.

Analisis teknikal sangat berguna untuk kamu melihat apakah harga saat ini sudah murah sehingga saatnya buy on weakness alias membeli saat harga murah. Biasanya, buy on weakness dilakukan jika harga sudah mulai menyentuh level support atau posisi harga yang berpotensi memantul naik. Jadi, trader akan melakukan aksi beli sebelum harga memantul.

Jangan ketinggalan tips dan inspirasi bisnis, finansial, serta investasi dari Satu Tumbuh Seribu

Selain buy on weakness, ada juga buy on breakout, yang artinya membeli saham saat harganya tinggi. Kenapa membeli saham di harga tinggi? karena saham itu berpotensi breakout atau melewati level resisten, atau level di mana kenaikan harga berpotensi memantul jadi penurunan.

Ketika harga saham melewati level resisten, berarti saham itu berpotensi membentuk pola uptrend baru alias yang lebih jangka panjang.

Namun, ada risiko besar dalam buy on breakout, yakni false breakout yang bisa terjadi setelah melewati level resisten justru malah turun. Biasanya false breakout terjadi karena indeks acuan seperti IHSG sedang mengalami sideways.

Dari ini, kelebihan analisis teknikal adalah trader bisa melihat pola dan siklus transaksi saham untuk menentukan waktu beli dan jual. Namun, jika trader hanya menggunakan analisis teknikal, berarti dia berpotensi tidak mengetahui apa-apa tentang saham yang dibelinya.

Malah, dia bisa jadi tidak tahu kalau ternyata saham yang dikoleksinya bermasalah. Namun, kelemahan teknikal itu tidak begitu berarti bagi para trader jangka pendek dan menengah. Soalnya, target mereka adalah mencari keuntungan jangka pendek yang justru harus mengikuti tren yang bisa berasal dari saham gorengan. Kalau mereka trading saham blue chip pastinya akan sulit.

Analisis Fundamental

analisis fundamental & teknikal

Berbeda dengan analisis teknikal yang fokus melihat chart. Analisis fundamental justru bakal fokus untuk melihat angka-angka kinerja keuangan dan laporan keuangan sebuah saham. Semua itu dibutuhkan agar investor mengetahui seperti apa model bisnis perusahaan, apakah layak untuk dijadikan investasi jangka panjang?

Baca juga: Cari Untung dari Saham, Lebih Baik Capital Gain atau Dividen?

Dalam analisis fundamental ada beberapa rasio yang dilihat dari tingkat profitabilitas perusahaan, tingkat cashflow perusahaan, tingkat utang, sampai valuasi harga saham bagi yang menerapkan value investing.

Untuk analisis fundamental, biasanya investor akan melihat seberapa konsisten profitabilitas perusahaan selama 5-10 tahun terakhir. Jika pertumbuhan laba bersihnya konsisten naik dari tahun ke tahun, berarti perusahaan itu memiliki bisnis yang kokoh.

Setelah itu, investor bakal melihat bagaimana kondisi cashflow nya. Posisi cashflow sangat penting karena akan menjadi gambaran seberapa cepat ekspansi bisnis ke depannya. Jika cashflow perusahaan seret, berarti ruang gerak ekspansi bisnis saham tersebut cenderung terbatas.

Selanjutnya, tingkat  utang yang biasanya menggunakan satuan debt to equity ratio. Semakin tinggi tingkat utang, berarti semakin tinggi pula risiko investasi di saham tersebut. Kecuali, untuk saham bank yang pasti memiliki debt to equity ratio yang tinggi akibat model bisnisnya yang menghimpun dana masyarakat.

Tingkat utang yang tinggi membuat perusahaan menjadi rentan jika terjadi gejolak ekonomi. Ujung-ujungnya perusahaan berpotensi gagal bayar sehingga bisa mempengaruhi perkembangan bisnis ke depannya.

Terakhir adalah valuasi. Jika analisis teknikal menentukan waktu beli dan jual lewat chart, maka fundamental menggunakan valuasi. Jadi, di sini investor bakal melihat mana saham yang punya fundamental bagus, tapi valuasinya murah.

Biasanya, indikator valuasi yang digunakan adalah PER, PBV, maupun EV per Ebitda. Dari situ, bisa terlihat harga saham sebuah perusahaan saat ini sudah lebih mahal atau tidak dari kinerja laba bersih, nilai buku, atau Ebitda dari total utang dan modalnya.

Namun, analisis fundamental juga punya kekurangan, yakni cukup sulit untuk dipahami serta tidak cocok untuk investasi jangka  pendek. Soalnya, kecenderungan dari hasil analisis fundamental bakal mengarah ke saham berkapitalisasi pasar yang besar, artinya saham-saham yang pergerakan cukup lama.

Baca juga: Tiga Indikator Utama Cari Saham Diskon

Kombinasi Analisis Teknikal dan Fundamental

Dibandingkan dengan menggunakan salah satu tipe analisis, kamu justru bisa mengombinasikan keduanya untuk bisa mengoptimalkan keuntungan dan meredam risiko. Kedua analisis ini akan sangat berguna bagi kamu yang sudah mengatur alokasi trading dan investasi.

Lalu, dalam melakukan analisis teknikal, terkadang kamu juga harus bisa paham bagaimana fundamental saham tersebut. Jadi, bisa menakar potensi kenaikan saat ini bakal bertahan lama atau hanya sebatas rumor saja.

Nah, siap untuk memulai belajar analisis saham?

Jangan ketinggalan tips dan inspirasi bisnis, finansial, serta investasi dari Satu Tumbuh Seribu