Membaca Emosi Investor dalam Trading Saham

46
emosi investor

Membeli di harga rendah dan menjual di harga tinggi adalah teori dalam trading maupun investasi saham. Namun, ternyata tidak semudah itu. Tanpa sadar, investor akan bergerak sesuai dengan emosinya.

Ketika harga turun justru malah panik dan menjual, sedangkan ketika harga tinggi justru malah terjebak ke dalam euforia hingga akhirnya melakukan aksi beli. Ujung-ujungnya, banyak trader dan investor yang ‘nyangkut’ di pucuk gara-gara aksi seperti ini.

Nah, pola emosi investor ini pun diteliti dan hasilnya mencengangkan. Ada siklus emosi investor dalam investasi. Siklus emosi investor ini pun bisa dibuat menjadi gambaran kapan harus membeli dan menjual saham.

Baca juga: Jangan Ditiru, Inilah Penyebab Investor Pemula Gagal Raih Cuan di Saham

Seperti, kata Warren Buffett, rakuslah ketika orang lain sedang takut dan takutlah ketika orang lain rakus. Artinya, waktu beli saham yang paling tepat adalah ketika banyak investor ketakutan dengan penurunan harga. Semuanya menjadi panik dan melakukan aksi jual.

Lalu, waktu yang paling tepat menjual saham adalah ketika para  investor sudah mulai terlalu percaya diri. Artinya, itu adalah waktu pasar berpotensi bearish.

Baca juga: 8 Keputusan Investasi Warren Buffet yang Berujung Penyesalan

Bahkan, siklus emosi investor ini dibuat indeksnya oleh CNN Money untuk memberikan gambaran apakah pasar saat ini sedang panik atau justru terlalu percaya diri. Jadi, indeks emosi investor itu bisa dijadikan acuan untuk melakukan aksi jual-beli saham.

Jangan ketinggalan tips dan inspirasi bisnis, finansial, serta investasi dari Satu Tumbuh Seribu

emosi investor

Jangan ketinggalan tips dan inspirasi bisnis, finansial, serta investasi dari Satu Tumbuh Seribu